Sang Prabu Kertabhumi merasa sedih begitu mendengarkan penuturan dua orang abdinya. "Jika benar apa yang kalian lihat dalam semadi kalian, kita mesti memperbanyak prihatin dan tirakat! Memang hal itu merupakan suatu pertanda buruk terhadap kejayaan Majapahit!" ujar Prabu Brawijaya V menanggapi penuturan dua orang abdinya.
Dalam suasana malam yang kebanyakan rakyatnya sudah tertidur pulas, Prabu Brawijaya V nampak berbincang serius dengan dua orang abdinya.
Tiba-tiba Sang Baginda Raja teringat terhadap musim paceklik yang belum lama terjadi di Majapahit yang berbarengan dengan kebobrokan moral yang dilakukan oleh para nayaka praja serta putra-putri kaum bangsawan Majapahit.
Untungnya keadaan itu dapat diatasi, terutama setelah kedatangan Raden Rahmat, putra Syaikh Ibrahim Asmarakandi dengan putri Raja Cempa Dewi Chandrawulan.
Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.