Share

Amandemen Konstitusi untuk Perpanjangan Masa Jabatan atau untuk Tiga Periode Membahayakan Jokowi dan Bangsa

Opini, Okezone · Rabu 06 April 2022 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 58 2574046 amandemen-konstitusi-untuk-perpanjangan-masa-jabatan-atau-untuk-tiga-periode-membahayakan-jokowi-dan-bangsa-6Odaekk1j2.jpg Ketua Bidang Organisasi dan Kader DPP Perindo, Yusuf Lakaseng (foto: dok pribadi)

JAKARTA - Sepertinya usaha untuk mengamandemen UUD 1945 demi kepentingan perpanjangan masa jabatan atau penambahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode belum berhenti, terakhir pemerintah lewat Mendagri Tito Karnavian menyuarakan itu dengan mengatakan "menyuarakan perpanjangan masa jabatan Presiden bukan hal yang dilarang, apalagi konstitusi bisa diubah, yang tabu diubah hanya kitab suci".

Mengamandemen konstitusi memang sangat bisa, tapi kebutuhan perubahannya bukan karena disebabkan oleh kehendak sepihak dari kekuasaan yang ingin memperpanjang masa jabatannya atau menambah periodesasi kekuasaan. Perubahan konstitusi harus berdasar kajian mendalam dari para ahli dan negarawan yang dalam masa waktu yang panjang setelah berlakunya dirasa tidak lagi memenuhi kebutuhan zaman, kajiannya harus komprehensif dan menyeluruh untuk kebutuhan perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa ratusan tahun mendatang.

Mengamandemen soal pembatasan masa jabatan Presiden adalah tabu, itu melabrak batasan etis kesepakatan bangsa yang dilahirkan oleh reformasi. Kita punya trauma oleh kekuasaan Orde Baru yang tak terbatas, gerakan reformasi 1998 telah mengoreksi itu maka lahirlah amandemen UUD 1945 yang membatasi masa jabatan Presiden hanya dua periode saja, kenapa dua periode? Karena begitulah preseden di negara-negara demokrasi diseluruh dunia, dua periode dalam prakteknya adalah waktu yang cukup bagi pemerintahan eksekutif untuk mengimplentasikan semua janji kampanyenya dalam pemilu, jika sukses maka biarlah itu jadi legacy dan standar tinggi untuk pemerintahan berikutnya tapi bukan di jadikan alasan untuk memperpanjang masa jabatan.

Sebagai rasa sayang kami, kami memperingatkan kepada Pak Jokowi untuk jangan mau di goda dan tergoda menjadi Orde Baru kecil, bisikan untuk memperpanjang masa jabatan Presiden adalah jebakan Batman yang membahayakan masa depan bangsa dan diri Pak Jokowi sendiri. Lewat survei oleh lembaga kredibel terpotret kalau suara rakyat telah menolak, partai-partai koalisi utama Pak Jokowi juga sudah menentang keras, bahkan Mahasiswa mulai turun kejalan menolak gagasan itu.

Jika jalan amandemen terus di paksakan maka semua cerita sukses Pak Jokowi dalam membangun Indonesia sebelumnya akan segera terhapus dalam ingatan rakyat, citra Pak Jokowi seketika akan berubah menjadi The New Orba.

Pak Jokowi tidak boleh merasa terlalu percaya diri sebagai pemimpin yang kuat, ingat pengalaman Pak Harto yang berkuasa selama 32 tahun di topang penuh oleh militer akhirnya jatuh oleh gerakan rakyat dan mahasiswa. Situasi politik dan ekonomi saat ini sangat tidak menguntungkan dan berpihak pada Pak Jokowi, rakyat sedang diliputi keresahan dan kesusahan hidup akibat harga barang terutama kebutuhan pokok dan energi yang naik.

Dengan menyuarakan ini sesungguhnya kami ingin Pak Jokowi mempunyai legacy di kenang sebagai seorang negarawan, pemimpin merakyat yang sukses membawa Indonesia pada kemajuan.

Yusuf Lakaseng / Ketua Bidang Organisasi dan Kader DPP Partai Perindo

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini