CHINA - China telah menjelaskan keputusannya untuk memberikan suara menentang resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM), menyebut keputusan itu bermotivasi politik dan mengecam resolusi tersebut sebagai kurangnya transparansi.
Resolusi itu diadopsi pada Kamis (7/4) dengan 93 negara memberikan suara mendukung, 24 menentang, dan 58 abstain. Setelah pemungutan suara, Rusia menyatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk meninggalkan Dewan sebelum akhir masa jabatannya.
"Kami menentang politisasi dan instrumentalisasi masalah hak asasi manusia, praktik standar ganda selektif dan konfrontasi pada masalah hak asasi manusia, dan penggunaan masalah hak asasi manusia untuk menekan negara lain," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian kepada wartawan, Jumat (8/4).
Baca juga: PBB Pecat Rusia dari Dewan HAM, Moskow Putuskan Keluar
Dia menambahkan bahwa proses penyusunan resolusi tidak terbuka atau transparan dan menyarankan bahwa adopsi hanya akan “menambah bahan bakar ke api” dengan mengintensifkan ketegangan di antara para pihak dan memperburuk perpecahan di dalam PBB.
Baca juga: Rusia Diskors dari Dewan HAM PBB, Indonesia Putuskan Abstain
Sementara itu, Wakil tetap Rusia di PBB, Gennady Kuzmin, menggambarkan resolusi tersebut sebagai “langkah tidak sah dan bermotivasi politik yang dirancang sebagai hukuman demonstratif terhadap negara anggota PBB yang berdaulat yang menjalankan kebijakan internal dan eksternal yang independen.”