Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Raden Patah Serbu Semarang, Warga Non-Muslim Dibiarkan Hidup

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 12 April 2022 |03:48 WIB
Kisah Raden Patah Serbu Semarang, Warga Non-Muslim Dibiarkan Hidup
Raden Patah (foto: dok wikipedia)
A
A
A

RADEN PATAH dan Kesultanan Demak konon dikisahkan pernah melakukan penyerangan ke Semarang. Penyerangan ini terjadi pada tahun 1477. Penyerbuan Kesultanan Demak ke Semarang ini juga upaya memperluas daerah kekuasaan dan menyebarluaskan pengaruh agama Islam di utara pesisir Jawa.

Saat itu hampir seluruh Kota Semarang diduduki oleh pasukan Raden Patah dengan nama lengkap Senapati Jimbun. Namun ada satu lokasi yang sengaja tidak diduduki oleh pasukan Demak yakni klenteng Sam Po Kong.

BACA JUGA: Runtuhnya Kerajaan Demak Akibat Pertikaian Keturunan Raden Patah 

Bahkan konon menariknya, Jimbun atau Raden Patah tidak mengambil tindakan kejam terhadap orang-orang Tionghoa yang beda keyakinan dengannya yang memeluk Islam. Di sisi lain Senapati Jimbun alias Raden Patah sendiri merupakan keturunan Tionghoa.

Dikutip dari buku "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara - Negara Islam di Nusantara" tulisan Slamet Muljana, Raden Patah bahkan tak melakukan tindakan penganiayaan terhadap mereka yang murtad dan belum memeluk agama Islam.

 BACA JUGA:Kisah Raden Patah Diangkat Sultan oleh Wali Songo

Mereka semuanya akhirnya dimanfaatkan oleh Raden Patah di beberapa bidang, termasuk bidang pembuatan kapal yang terkenal mahir. Orang-orang Tionghoa di Semarang terkenal sangat mahir melakukan pembuatan kapal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement