JAKARTA - Imam Masjid Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali menyatakan bahwa segala jenis kekerasan adalah salah, apapun alasannya. Hal tersebut ia ungkapkan mengomentari pengeroyokan Ade Armando saat Demo 11 April di Jakarta.
"Kekerasan yang dilakukan kepada siapa dan untuk tujuan apapun salah. Saya tidak sependapat & mengecam kekerasan apapun, walau berbeda dalam banyak hal. kehadirannya di tengah massa seperti ini dipertanyakan & pastinya tidak bijak. Tapi tetap kekerasan tidak dibenarkan," tulis Shamsi Ali dikutip dari akun Twitter-nya, Selasa (12/4/2022).
Meski tidak membenarkan tindak kekerasan tersebut, Shamsi Ali juga mengingatkan kepada Ade Armando dan rekan-rekannya untuk berhenti menyulut reaksi dari umat Islam. Sebab, pemikiran dan pernyataan mereka sering kali menimbulkan reaksi yang tidak perlu.
"Kalau pengakuan-pengakuan seperti ini, dengan kata-kata yang jelas menjelekkan agama & pemeluk agama, yang diakui dianut, lalu dibiarkan berkeliaran, what do you expect from those in the ground? Sekali lagi saya tidak dukung kekerasan. Tapi saya juga melawan kejahilan & ketidakadilan," tweet Shamsi Ali.
"Armando sudah membaik. Dan telah senang dijenguk sama teman-teman seperjuangannya. Saya hanya ingatkan ketika Armando menuduh saya emosi. Saya bilang kalau saya emosi Kepala anda bisa lembek. Hati-hati dg “doti” anak Kajang….hehe," katanya.
Untuk diketahui, doti merupakan bahasa Bugis yang berarti ilmu sejenis santet.
Rupanya cuitan Imam Shamsi itu mendapatkan respons yang negatif dari netizen. Salah satunya disampaikan akademisi sekaligus aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Ayang Utriza.
"Innalilahi wa innailaihi rajiun. Anda ustadz? Benarkah? Oh gitu ya, kalau Imam di New York, kesal sama orang, boleh nyantet? Boleh neluh? Halal nyihir orang? Di AS Anda ceramah keragaman, di Indonesia, cuitan Anda berisi hasutan, kebencian, & provokasi. Anda munafik?" tweet Ayang Utriza.
Menanggapi respons itu, Imam Shamsi meluruskan pernyataan sebelumnya. "Kalau doti itu candaan terhadap tuduhan Armando kalau saya marah atau emosi menanggapi ragam ide-idenya yang nyeleneh. Kalau Putra Kajang marah, Kepala anda bisa lembek dengan doti. Rupanya yang ngaku humanis tidak kenal candaan. Satu lagi hypocrisy and wajah ganda mereka," cuitnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.