Share

Pabrik Besi dan Baja Azovstal, Benteng Terakhir Pasukan Ukraina di Mariupol

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 22 April 2022 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 18 2583255 pabrik-besi-dan-baja-azovstal-benteng-terakhir-pasukan-ukraina-di-mariupol-xbGSiUzrzr.JPG Pabrik besi dan baja Azovstal yang menjadi benteng pertahanan terakhir pasukan Ukraina di Mariupol. (Foto: Reuters)

KIEV - Pabrik besi dan baja Azovstal yang luas menjadi benteng pertahanan terakhir pasukan Ukraina di kota pelabuhan Mariupol yang hancur setelah berminggu-minggu serangan gencar Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (21/4/2022) memerintahkan militernya untuk memberlakukan blokade yang sangat ketat di sekitar pabrik tersebut, menekankan bahwa tidak boleh ada “seekor lalat pun yang dapat melarikan diri".

Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan "sekitar seribu warga sipil, wanita dan anak-anak" dan ratusan yang terluka juga berlindung di kompleks industri itu. Pasukan Ukraina yang tersisa telah menolak untuk menyerah tetapi telah memperingatkan persediaan hampir habis dan mendesak mediasi internasional untuk membantu mereka mengungsi.

Raksasa era Soviet

Terletak di tepi Laut Azov, pabrik Azovstal berdiri sejak awal 1930-an ketika otoritas Soviet memerintahkan pembangunan pabrik besi di kota pesisir Mariupol.

Produksi dimulai pada 1933 tetapi dihentikan dengan tergesa-gesa tidak lama setelah Jerman melancarkan invasi ke Uni Soviet selama Perang Dunia II pada tahun 1941, menurut laporan NDTV.

Pada 1943, pasukan Jerman yang mundur meledakkan fasilitas utama di pabrik, tetapi pabrik itu kembali berfungsi dalam beberapa tahun setelah pasukan Soviet mengambil alih.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Salah satu yang terbesar di Eropa

Pada 2006, kompleks tersebut dibeli oleh kelompok Metinvest yang dikendalikan oleh orang terkaya Ukraina Rinat Akhmetov.

Setelah terkenal dekat dengan Moskow, Akhmetov telah memberikan dukungannya kepada pihak berwenang di Kiev sejak pemberontakan yang didukung Rusia dimulai pada 2014.

Dan dia mengecam pasukan Rusia karena melakukan "kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap Ukraina" setelah Kremlin melancarkan invasi pada 24 Februari.

Sebelum serangan Moskow, pabrik Azovstal memiliki kapasitas untuk memproduksi 5,7 juta ton besi dan 6,2 juta ton baja per tahun, kata Metinvest, menjadikannya salah satu pabrik logam terbesar di Eropa.

Pabrik raksasa menyediakan lapangan kerja bagi ribuan orang dan mendominasi pemandangan kota Mariupol.

'Kota di dalam kota'

Membentang seluas sekira 11 kilometer persegi, kompleks Azovstal adalah deretan jalur kereta api, gudang, tungku batu bara, pabrik, cerobong asap dan terowongan yang dipandang ideal untuk perang gerilya.

"Ini adalah kota di dalam kota," kata Eduard Basurin, perwakilan separatis pro-Rusia di wilayah timur Donetsk, awal bulan ini.

"Ada beberapa tingkat struktur bawah tanah yang berasal dari zaman Soviet yang tidak dapat dibombardir dari atas. Anda harus pergi ke bawah tanah untuk membersihkannya, dan itu akan memakan waktu."

Putin mengatakan dalam perintahnya Kamis bahwa serangan itu "tidak praktis".

"Tidak perlu naik ke katakombe ini dan merangkak di bawah tanah melalui fasilitas industri ini," katanya.

Rusia terpaksa menggempur kompleks itu dengan bom-bom besar yang diluncurkan dari pesawat saat berusaha mematahkan perlawanan pasukan Ukraina yang bersembunyi di sana.

Gambar drone yang disiarkan pada Minggu (17/4/2022) oleh badan negara Rusia RIA Novosti menunjukkan kehancuran luas yang dilakukan oleh pasukan pengepungan Moskow.

Rekaman itu menunjukkan pemandangan neraka yang sunyi dengan serangkaian bangunan yang telah benar-benar diledakkan, beberapa masih membara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini