Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketidakcakapan Anak Prabu Siliwangi Memimpin Membuat Kerajaan Pajajaran Meredup

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 27 April 2022 |12:08 WIB
Ketidakcakapan Anak Prabu Siliwangi Memimpin Membuat Kerajaan Pajajaran Meredup
Ilustrasi kerajaan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kemunduran Kerajaan Pajajaran mulai terasa semenjak Prabu Siliwangi meninggal dunia. Sang anak Surawisesa yang menggantikan posisi Sri Baduga Maharaja, konon tidak memiliki kecakapan layaknya sang ayahnya Prabu Siliwangi.

Hal ini ditambah mulai bermunculannya kerajaan Islam seperti Demak dan Cirebon. Dikisahkan pada buku "Hitam Putih Pajajaran : dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquene, Pajajaran yang memiliki hubungan diplomatik dengan Portugis.

Kekuatan hubungan dengan Portugis ini membuat Portugis melakukan perjanjian dengan Pajajaran untuk mendirikan benteng di Banten dan Kalapa. Tak hanya itu, setiap kapal yang dikemudikan Portugis mendarat di Malaka, akan diberi muatan lada yang kemudian ditukar dengan barang - barang keperluan yang dibutuhkan pihak Sunda.

 Baca juga: Prabu Siliwangi, Raja Pluralis yang Menerima Islam Masuk Tanah Sunda

Perjanjian antara Pajajaran di bawah Surawisesa dengan Portugis ini mendatangkan kecemasan dari Kerajaan Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Trenggana. Kecemasan mengacu pada Selat Malaka yang menjadi pintu masuk perairan Nusantara sebelah utara. Menurut Trenggono, dengan jatuhnya Sunda dan Malaka dikuasai Portugis, secara otomatis akan melumpuhkan sektor maritim kerajaan di Nusantara. Terlebih Selat Malaka sebagai urat nadi kehidupan ekonomi Kerajaan Demak akan terputus.

Baca juga: Prabu Siliwangi ke Sunan Gunung Jati: Tidak Boleh Ada Matahari Kembar di Pajajaran!

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement