Share

Perayaan Ramadan Muslim Amerika, Tampilkan Keragaman dan Sukacita

Kamis 28 April 2022 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 18 2586533 perayaan-ramadan-muslim-amerika-tampilkan-keragaman-dan-sukacita-oVLBo2qA56.jpg Umat Muslim Amerika melakukan sholat berjamaah di Times Square, Kota New York, 2 April 2022. (Foto: Twitter/Muslim)

WASHINGTON – Seperti semua orang Amerika Serikat (AS), warga Muslim Amerika mewakili beragam budaya dan tradisi yang ditemukan di seluruh dunia. Keragaman ini ditampilkan dalam perayaan Ramadan di Negeri Paman Sam, termasuk makanan yang disiapkan untuk sahur di pagi hari dan makanan berbuka puasa saat matahari terbenam.

BACA JUGA: Komunitas Muslim Ini Solid Bantu Para Pengungsi, Beri Makanan hingga Tempat Tinggal

Menurut Pew Research Center, sekira 3,45 juta Muslim Amerika dengan segala usia yang tinggal di Amerika Serikat pada 2017, sebanyak 58% lahir di negara lain.

Saat ini Muslim kulit hitam mewakili 20% Muslim di Amerika Serikat, dengan hampir 70% Muslim kulit hitam lahir di Amerika Serikat dan 49% di antaranya adalah mualaf.

Untuk merayakan awal Ramadan tahun ini, ratusan Muslim Amerika berkumpul di Times Square, Kota New York pada 2 April untuk berbuka puasa dan berdoa bersama. Penyelenggara membagikan 1.500 makanan dan menekankan pesan perdamaian, amal dan persatuan dalam wawancara media.

“Kami di sini untuk menjelaskan agama kami kepada semua orang yang tidak tahu apa itu Islam,” kata seorang peserta pada CBS News. “Islam adalah agama damai.”

BACA JUGA: Pesan Ramadhan Presiden AS: Hentikan Perundungan Terhadap umat Muslim

Dilansir Share America, di California, Rida Hamida merangkul identitas Muslim dan Latinnya dengan inisiatif #TacoTrucksInEveryMosque-nya. Dia bermitra dengan tukang daging lokal dan truk makanan untuk menyediakan makanan halal kepada masyarakat.

“Saya ingin menciptakan ruang dimana kita bisa merayakan dan merasakan sukacita,” katanya dalam sebuah wawancara pada Maret.

Di Oregon, Sahla Denton, yang menggambarkan dirinya sebagai keturunan setengah Jamaika dan setengah Meksiko, mengatakan keluarganya telah mengadaptasi hidangan untuk membuatnya halal. Ramadan ini keluarganya akan makan makanan favorit yang disebut escovitch, hidangan Jamaika yang terbuat dari ikan dan ditaburi bawang bombay, wortel, dan paprika yang dicampur dengan cuka.

Dia mengatakan kenangan Ramadan favorit adalah pergi ke masjid untuk berbuka puasa ketika dia masih muda.

“Makanannya sangat enak karena biasanya berupa potluck, jadi ada makanan Meksiko, ada makanan Pakistan, ada makanan dari semua tempat di satu meja.”

Islam adalah agama dengan pertumbuhan tercepat di Amerika. Pada 2050, populasi Muslim Amerika diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 3,5 juta saat ini menjadi 8,1 juta. Peningkatan ini akan menjadikan Muslim sebagai kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat. Muslim Latino adalah komunitas mualaf dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat.

(Share America)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini