Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Happy Ending! Suami Selamat dari Pembajakan di Laut dan Istri Selamat dari Perang Rusia-Ukraina

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 04 Mei 2022 |12:42 WIB
<i>Happy Ending</i>! Suami Selamat dari Pembajakan di Laut dan Istri Selamat dari Perang Rusia-Ukraina
Pasangan suami istri ini akhirnya bisa bersatu kembali usai dipisahkan konflik internasional (Foto: Jithina Jayakumar)
A
A
A

"Saya merasa tidak ada yang bisa mengeluarkan kita dari sana," katanya.

Di Yaman, suaminya melihat berita perang di TV dan menjadi sangat khawatir.

"Ketika kami berbicara dengan keluarga kami, kami menyadari bahwa itu adalah situasi yang sangat sulit. Kami tidak tahu apa yang terjadi," kata Sajeevan.

Akhirnya, Jayakumar berhasil meninggalkan Ukraina sekitar minggu kedua bulan Maret lalu, melakukan perjalanan pertama dengan kereta api ke Hungaria dan kemudian terbang ke India.

Ketika sampai di rumah, dia melanjutkan upayanya untuk menghubungi petugas agar suaminya dibebaskan.

Dia mengatakan Ramachandran Chandramouli, duta besar India untuk Djibouti – tempat kedutaan India di Sanaa untuk sementara beroperasi - adalah sumber dukungan yang besar baginya.

"Dia berhubungan dengan semua keluarga. Kami bisa menghubunginya kapan saja. Dia mengatakan kepada kami bahwa mereka akan dibebaskan tetapi itu akan memakan waktu," terangnya.

Pada April lalu, koalisi pimpinan Saudi dan pemberontak Houthi menyetujui gencatan senjata dua bulan ketika bulan suci Ramahan dimulai.

Pemerintah India kemudian berhasil - dengan bantuan Oman dan negara-negara lain - untuk membebaskan para pelaut.

Jayakumar mengatakan dia hanya membiarkan dirinya mempercayai berita itu ketika suaminya meneleponnya dari teleponnya sendiri.

Dia akhirnya tiba di Kerala minggu lalu dengan membawa kalung untuknya dan jambiya - belati tradisional Yaman - yang diberikan kepadanya oleh para penculiknya.

Kepulangan mereka terasa seperti "kelahiran kembali".

Sang istri mengatakan Reghu, sangat terpengaruh oleh pengalaman itu.

"Dia telah kehilangan banyak berat badan dan memiliki lingkaran hitam di sekitar matanya," katanya.

"Setiap kali saya merasa kesal, saya akan berdoa. Saya tidak membiarkan diri saya menangis karena orang tua kami akan lebih tertekan. Sebaliknya, saya menangis diam-diam di kamar mandi,"lalnjutnya.

"Saya tidak tahu bagaimana saya berhasil. Tapi saya memiliki keyakinan batin bahwa dia akan kembali,” tambahnya.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement