Share

Intelijen AS: Putin Bersiap untuk Perang Jangka Panjang di Ukraina

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 11 Mei 2022 08:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 18 2592134 intelijen-as-putin-bersiap-untuk-perang-jangka-panjang-di-ukraina-5YzahSBNXQ.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

LONDON – Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mempersiapkan perang panjang di Ukraina, demikian diperingatkan intelijen Amerika Serikat (AS). Peringatan itu muncul saat pertempuran sengit berlanjut di timur Ukraina, dimana Rusia berusaha merebut beberapa wilayah.

Moskow memfokuskan kembali pasukannya untuk merebut wilayah Donbass setelah Ukraina memberi perlawanan sengit dan mempertahankan ibu kotanya, Kiev. Namun terlepas dari ini, pasukan Rusia tetap menemui jalan buntu, kata intelijen AS.

Avril Haines, direktur intelijen nasional, mengatakan pada sidang komite Senat AS pada Selasa (10/5/2022) bahwa Putin masih berniat "untuk mencapai tujuan di luar Donbass", tetapi dia "menghadapi ketidaksesuaian antara ambisinya dan kemampuan militer konvensional Rusia saat ini".

Dia menambahkan bahwa presiden Rusia "mungkin" mengandalkan dukungan AS dan Uni Eropa untuk Ukraina melemah karena inflasi, kekurangan pangan dan harga energi memburuk.

Namun, presiden Rusia dapat beralih ke "cara yang lebih drastis" saat perang berlanjut, meskipun Moskow hanya akan menggunakan senjata nuklir jika Putin merasakan "ancaman eksistensial" ke Rusia.

Direktur Badan Intelijen Pertahanan Scott Berrier mengatakan pada sidang yang sama bahwa Rusia dan Ukraina "sedikit menemui kebuntuan ".

Dalam pertempuran terakhir, Ukraina mengklaim telah merebut kembali empat pemukiman di wilayah timur laut Kharkiv.

Cherkasy Tyshky, Ruski Tyshky, Rubizhne dan Bayrak semuanya direbut kembali dari Rusia, kata angkatan bersenjata Ukraina.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan keberhasilan Ukraina secara bertahap mendorong pasukan Rusia keluar dari Kharkiv, yang telah dibombardir sejak perang dimulai.

Namun dia mengatakan Ukraina "seharusnya tidak menciptakan suasana tekanan moral yang berlebihan, di mana kemenangan diharapkan setiap minggu dan bahkan setiap hari".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini