Share

Perang Antar Geng Haiti Tewaskan 148 Orang, Beberapa Dibakar Hidup-Hidup

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 11 Mei 2022 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 18 2592210 perang-antar-geng-haiti-tewaskan-148-orang-beberapa-dibakar-hidup-hidup-r15lNcxL4p.JPG Penduduk membawa barang-barang melarikan diri dari rumah mereka karena perang antar geng di Port au Prince, Haiti, 2 Mei 2022. (Foto: Reuters)

PORT AU PRINCE – Setidaknya 148 orang tewas di ibu kota Haiti, Port-au-Prince, sejak dua geng yang berseteru melancarkan perang habis-habisan akhir bulan lalu, kata organisasi hak asai manusia (HAM) pada Selasa (10/5/2022). Beberapa dari korban dilaporkan tewas dibakar hidup-hidup.

"Setidaknya 148 orang dibunuh, termasuk tujuh bandit (...) yang dieksekusi oleh pemimpin mereka, antara 24 April dan awal Mei,” kata Jaringan Nasional untuk Pertahanan Hak Asasi Manusia (RNDDH), setelah penyelidikan dilakukan di lingkungan utara ibu kota tempat perang geng berkecamuk.

RNDDH mengecam "pembantaian kekejaman yang luar biasa", mengatakan bahwa orang-orang dibunuh oleh peluru dan pisau, sementara beberapa korban dibakar hidup-hidup "di dalam rumah mereka sendiri yang dibakar" atau "di jalan-jalan, dengan ban."

“Sebagian besar wanita dan anak perempuan yang terbunuh telah diperkosa sebelumnya” mereka dibunuh, kata organisasi itu sebagaimana dilansir AFP.

Organisasi Itu mengatakan mereka mengetahui kuburan massal dengan 30 mayat, dikubur oleh salah satu geng karena mayat-mayat itu dibiarkan membusuk di jalan di bawah terik matahari. Mayat lainnya dibuang oleh para pembunuh ke dalam sumur atau jamban.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat (6/5/2022) mengatakan bahwa mereka telah mengetahui pembunuhan setidaknya 75 warga sipil dalam peningkatan kekerasan terbaru ini, termasuk perempuan dan anak-anak.

Setidaknya 9.000 penduduk di lingkungan yang terkena dampak telah meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke kerabat atau tempat sementara, seperti gereja dan sekolah.

Sementara kekerasan telah sedikit mereda dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar orang yang melarikan diri belum kembali ke rumah mereka, karena takut akan dimulainya kembali kekerasan.

Selama beberapa dekade, geng-geng bersenjata telah mengamuk di lingkungan termiskin di Port-au-Prince, tetapi mereka secara drastis memperketat cengkeraman mereka di kota dan negara itu dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan tingkat pembunuhan dan penculikan meroket.

Lebih dari dua minggu sejak kekerasan dimulai, pemerintah Haiti masih belum berkomentar tentang insiden yang telah menempatkan ibu kota dalam keadaan terkepung, mencegah jalan keluar yang aman melalui jalan darat ke seluruh negara itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini