Namun dia tidak mengetahui secara pasti jumlah truk yang diperbolehkan masuk. Karena kemampuan bongkar sampah truk yang satu dengan truk yang lain akan berbeda seperti dump truk dengan truk biasa akan berbeda.
"Kalau jumlahnya belum tentu. Kalau dump truk maka bisa cepat bongkarnya, yang truk biasa itu yang bermasalah," ucap dia.
Selain SDM yang terbatas, pihaknya juga mengalami keterbatasan alat. Saat ini hanya ada dua alat berat yang beroperasi untuk mengatur sampah. Satu alat berat nanti akan diperbantukan menurunkan sampah dari truk, sementara satu alat berat lainnya untuk meratakan sampah.
(Qur'anul Hidayat)