Share

KTT AS-ASEAN, Presiden Biden Ungkap Era Baru Hubungan Amerika dan Asia Tenggara

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 14 Mei 2022 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 18 2594201 ktt-as-asean-presiden-biden-ungkap-era-baru-hubungan-amerika-dan-asia-tenggara-mizDvNXUQE.jpg KTT AS-ASEAN di Washington DC, Amerika Serikat/Antara Foto/HO/Setpres/Laily Rachev/wpa/YU

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebut Amerika Serikat berkomitmen untuk terlibat di Asia Tenggara.

Hal ini disampaikan Presiden Biden saat pertemuan hari kedua KTT AS-ASEAN yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (13/5/2022).

Mengutip dari Al Jazeera, hubungan ini merupakan tanda era baru antara Washington dan ASEAN.

"Banyak sejarah dunia kita dalam 50 tahun ke depan akan ditulis di negara-negara ASEAN," ujar Presiden Biden.

"Dan hubungan kami dengan Anda adalah masa depan, dalam beberapa tahun dan dekade mendatang," tambahnya.

KTT AS-ASEAN menandai pertama kalinya para pemimpin ASEAN diundang ke White House setelah 45 tahun.

Pada 2016, Presiden Obama adalah pemimpin AS pertama yang menjadi tuan rumah KTT, yang kemudian diadakan di Rancho Mirage, California.

"Kami meluncurkan era baru dalam hubungan AS-ASEAN," kata Biden.

Berbicara di Departemen Luar Negeri sebelumnya pada hari Jumat (waktu setempat), Wakil Presiden AS Kamal Harris mengatakan kepada para pemimpin ASEAN bahwa pemerintahan Biden mengakui pentingnya strategis yang vital di wilayah Asia Tenggara dan peran yang hanya akan tumbuh seiring waktu.

"Sebagai bangsa Indo-Pasifik, Amerika Serikat akan hadir dan terus berkiprah di Asia Tenggara untuk generasi yang akan datang," ujarnya.

Sementara invasi Rusia ke Ukraina ada dalam agenda, pemerintahan Biden berharap untuk menunjukkan bahwa Washington tetap fokus pada Asia Pasifik karena Beijing menjadi pemain yang semakin kuat di kawasan itu.

Ketegangan telah meningkat antara China dan AS dalam beberapa tahun terakhir karena sejumlah masalah, termasuk Taiwan dan Laut China Selatan, yang terakhir diklaim China hampir seluruhnya sebagai miliknya, meskipun ada klaim yang bersaing dari negara-negara lain di kawasan itu.

Perang di Ukraina telah menguji hubungan yang sudah goyah itu, dengan pejabat senior AS termasuk Presiden Joe Biden sendiri berulang kali memperingatkan pemerintah China agar tidak membantu Rusia dalam invasi yang berkelanjutan.

Sesi pembukaan pertemuan ASEAN di Departemen Luar Negeri berfokus pada masalah keamanan dan kesehatan maritim, kata Harris, sementara sesi berikutnya dipusatkan pada iklim dan energi bersih.

Dia tidak menyebut China secara langsung, tetapi mengatakan AS berdiri dengan “sekutu dan mitranya dalam membela tatanan berbasis aturan maritim, yang mencakup kebebasan navigasi dan hukum internasional”.

Biden menjabat pada Januari 2021 dengan mengatakan bahwa prioritas kebijakan luar negeri utamanya adalah persaingan global dengan China.

Pemerintahannya telah menjanjikan 150 juta Dollar AS dalam inisiatif baru selama KTT, termasuk dukungan untuk keamanan maritim, dengan Penjaga Pantai AS untuk mengerahkan pemotong di Asia Tenggara untuk membantu memerangi penangkapan ikan ilegal dan kejahatan lainnya.

Biden diperkirakan akan mengumumkan paket yang lebih luas, Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik, ketika ia melakukan perjalanan minggu depan ke Jepang dan Korea Selatan.

Sebelum bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi berharap terdapat sinergi antara Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik dengan implementasi kerja sama di bawah ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Marsudi juga menekankan bahwa Indonesia yang menjadi tuan rumah KTT G20 pada Juli berharap perang di Ukraina segera berakhir.

Indonesia telah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri pertemuan tersebut, meskipun ada seruan AS untuk mengisolasi dia, tetapi dalam kompromi mengatakan juga akan menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

"Pada isu global, saya ingin menegaskan kembali prinsip Indonesia yang sangat konsisten tentang pentingnya menghormati integritas wilayah dan kedaulatan suatu negara terhadap negara lain," kata Retno Marsudi, menurut pembacaan Departemen Luar Negeri.

"Harapan kami adalah melihat perang di Ukraina berhenti secepat mungkin, dan kami memberikan penyelesaian konflik secara damai kesempatan untuk berhasil. Karena kita tahu bahwa jika perang berlanjut, kita semua akan menderita."

Sementara itu, Blinken berterima kasih kepada Marsudi atas kepemimpinan Indonesia di kawasan.

"Kami bekerja sama di seluruh bidang untuk memajukan visi bersama tentang kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Kami sedang bekerja untuk memperkuat hubungan ekonomi di antara negara-negara di kawasan ini. Kami bekerja sama untuk menghadapi tantangan global, seperti COVID-19," katanya.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini