Share

Dibombardir Berbulan-bulan, Lebih dari 200 Pasukan Ukraina Dievakuasi dari Pabrik Baja Azovstal Mariupol

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 17 Mei 2022 06:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 18 2595162 dibombardir-berbulan-bulan-lebih-dari-200-pasukan-ukraina-dievakuasi-dari-pabrik-baja-azovstal-mariupol-fQIw48cgDz.jpg Pabrik besi dan baja Azovstal yang menjadi benteng pertahanan terakhir pasukan Ukraina di Mariupol. (Foto: Reuters)

MARIUPOL - Pasukan Ukraina yang bertahan di pabrik baja Azovstal, benteng terakhir di Mariupol mulai dievakuasi pada Senin (16/5/2022), tampaknya menyerahkan kendali kota pelabuhan itu ke Rusia setelah berbulan-bulan pengeboman.

Wakil menteri pertahanan Ukraina Anna Malyar mengatakan 53 tentara yang terluka dari pabrik baja Azovstal dibawa ke sebuah rumah sakit di Kota Novoazovsk yang dikuasai Rusia, sekira 32 kilometer ke timur.

Sebanyak 211 orang lainnya dibawa ke Kota Olenivka, di daerah yang dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia. Semua yang tentara dievakuasi akan dikenakan pertukaran tahanan potensial dengan Rusia, tambahnya.

Reuters melihat lima bus yang membawa pasukan dari Azovstal tiba di Novoazovsk pada Senin malam. Beberapa tentara yang dievakuasi terluka dan dibawa keluar dari bus dengan tandu. Sekira 600 tentara diyakini berada di dalam pabrik baja tersebut.

"Kami berharap kami dapat menyelamatkan nyawa orang-orang kami," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pidato larut malam. "Ada yang terluka parah di antara mereka. Mereka menerima perawatan. Ukraina membutuhkan pahlawannya dalam keadaan hidup."

Militer Ukraina mengatakan telah "memerintahkan komandan unit yang ditempatkan di Azovstal untuk menyelamatkan nyawa personel" dan pasukan di sana telah memenuhi misi tempur mereka.

Upaya untuk menyelamatkan pasukan yang masih di dalam sedang berlangsung, tambah militer. Tidak disebutkan berapa banyak pasukan yang tersisa.

Pasukan Ukraina mengatakan mereka bertahan di Azovstal selama 82 hari, mengulur waktu bagi seluruh Ukraina untuk memerangi pasukan Rusia dan mengamankan senjata Barat yang dibutuhkan untuk menahan serangan Rusia.

Tetapi evakuasi kemungkinan menandai akhir dari pertempuran terpanjang dan paling berdarah dari perang Ukraina dan kekalahan yang signifikan bagi Ukraina. Mariupol sekarang berada dalam reruntuhan setelah pengepungan Rusia yang menurut Ukraina menewaskan puluhan ribu orang di kota itu.

Sejak Rusia melancarkan invasi pada Februari, kehancuran Mariupol telah menjadi simbol kemampuan Ukraina untuk menahan invasi Rusia dan kesediaan Rusia untuk menghancurkan kota-kota Ukraina yang bertahan.

Evakuasi terjadi beberapa jam setelah Rusia mengatakan telah setuju untuk mengevakuasi tentara Ukraina yang terluka ke fasilitas medis di Novoazovsk.

Pembela terakhir Azovstal telah bertahan selama berminggu-minggu di bunker dan terowongan yang dibangun jauh di bawah tanah untuk menahan perang nuklir. Warga sipil dievakuasi dari dalam pabrik, salah satu fasilitas metalurgi terbesar di Eropa, awal bulan ini.

Istri anggota Resimen Azov menggambarkan kondisi di pabrik pada Senin pagi: "Mereka berada di neraka. Mereka menerima luka baru setiap hari. Mereka tanpa kaki atau tangan, kelelahan, tanpa obat-obatan," kata Natalia Zaritskaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini