Share

Bocah 3 Tahun di Indramayu yang Hilang Ditemukan Tewas di Sungai

Andrian Supendi, MNC Portal · Jum'at 20 Mei 2022 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 525 2597112 bocah-3-tahun-di-indramayu-yang-hilang-ditemukan-tewas-di-sungai-yYiCAB7If9.jpeg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

INDRAMAYU - Akmal Maulana bocah laki-laki berusia 3 tahun, asal Desa Cemara Wetan Blok Kalibaru, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, ditemukan meninggal setelah dinyatakan hilang, Kamis (19/5/2022).

Bocah malang tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di Sungai Cemara di Kecamatan Cantigi dekat Kedung Cowet.

Korban ditemukan sekitar pukul 11.20 WIB siang setelah dilaporkan menghilang pada Rabu (18/5/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.

Penemuan Akmal yang sudah dalam kondisi meninggal dunia pun sontak mengejutkan pihak keluarga. Karena awalnya mereka meyakini bahwa korban hanya hilang di sekitaran rumah.

Baca juga:  Wisatawan Hilang saat Berenang di Pantai Kuta Bali, Pencarian Belum Membuahkan Hasil

"Ketemunya di kali di Kedung Cowet, awalnya gak nyangka bisa ketemu di situ karena awalnya hilang di rumah, gak ngerti juga bisa ketemu di sana," kata paman korban, Nuryadi (50) kepada MNC Portal Indonesia (MPI), saat ditemui di kediaman korban.

Nuryadi menceritakan, jenazah Akmal pertama kali ditemukan oleh nelayan yang kebetulan tengah mencari ikan. Saat itu, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga:  

Kapolsek Cantigi, Iptu Ian Hernawan mengatakan turut membenarkan penemuan korban. Iptu Ian Hernawan menyampaikan, kedua orang tua korban bernama Taryono dan Nawati sempat melaporkan anak mereka yang hilang kepada polisi.

Diduga kuat, korban hilang tenggelam di sungai. Mengingat, lokasi rumah korban berada persis di samping sungai.

"Setelah dilakukan pencarian oleh tim dari Pol Airud dan dibantu pihak TAGANA, FKP3D Ciannur, dan warga, pukul 11.20 WIB korban berhasil di temukan," ujarnya.

Saat itu, lanjut Iptu Ian, korban menyangkut di semak-semak kali Sungai Cemara Kulon dekat lokasi Kedung Cowet. Korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pun lalu dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

Ia juga memastikan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan setelah diperiksa oleh pihak Puskesmas.   

"Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi pada tubuh korban dan menerima kejadian teraebut adalah takdir dan musibah," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini