Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bundaran Tugu Malang Konon Tertanam Emas dan Sejumlah Perhiasan

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 27 Mei 2022 |06:12 WIB
Bundaran Tugu Malang Konon Tertanam Emas dan Sejumlah Perhiasan
Tugu Malang (foto: MPI/Avirista)
A
A
A

MALANG - Bundaran Tugu merupakan bangunan ikonik yang juga bersejarah bagi Kota Malang. Bangunan ini juga menjadi salah satu simbol kemerdekaan Indonesia dari penjajah Belanda. Konon tak hanya bangunannya saja yang menarik, kisah sejumlah harta benda yang tertanam di dalam Bundaran Tugu menjadi menarik dibahas.

Pemerhati sejarah Malang, Agung Buana mengungkapkan, Tugu Malang dapat dilihat sebagai simbol paku buminya Kota Malang yang mempunyai nilai-nilai historis, filosofis, sampai dengan mistisnya. Tak hanya itu, Tugu Malang juga sengaja dibuat sebagai simbol ikonik kota, yang diawali dari pembangunan sebuah alun-alun bundar tepat di depan Balaikota Malang oleh pemerintahan Belanda diarsiteki Thomas Karsten.

"Kita harus lihat dulu ke belakang kapan tugu dibangun. Sejak Belanda membangun alun-alun bundar tahun 1927an itu mereka melihat kota ini membutuhkan suatu area lapang dan area lapang ini tepat berada di depan balai kota," kata Agung Buana ditemui MNC Portal.

BACA JUGA: Mengenal Gerilyawan Masjid Bungkuk Malang, Kebal Peluru usai Makan Telur Ayam Mentah 

Dari sanalah akhirnya Belanda, membuat sebuah lapangan tepat di depan Balaikota Malang, selain sebagai tempat berkumpul masyarakat dan untuk mempercantik pemandangan. Seiring berjalannya waktu, tepatnya usai Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, alun-alun bundar itu lantas dibangun Tugu Malang pada tahun 1946 dan diresmikan tepat setahun setelah proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1946.

"Peresmian yang pertama kali tanggal 17 Agustus 1946 sebenarnya merupakan gambaran dari wujud kemenangan setelah satu tahun Indonesia diproklamasikan, makanya disebut tugu merdeka," ungkapnya.

 BACA JUGA:Pemkot Malang Tata Kawasan Wisata Zona III Kayutangan Heritage pada Akhir Mei

Saat proses pembangunan tugu itulah konon sebuah benda-benda berharga sengaja ditanam di tengah-tengahnya sebagai penanda atau istilah Jawa-nya tetenger layaknya prosesi pembangunan bangunan di masa Hindu-Buddha. Selain itu, benda-benda persembahan yang disimpan di dalam sebuah bangunan ini juga konon menghilangkan unsur-unsur negatif.

"Ketika masa klasik Hindu Buddha ketika mau membangun candi atau bangunan-bangunan besar gapura selalu ada tetenger dalam bentuk peripih. Peripih itu berbentuk kotak, isinya macam-macam, bentuknya kotak saya lihat fotonya. Isinya bisa diduga seperti halnya ritual zaman dahulu, isinya benda-benda yang dianggap mampu memberikan kekuatan nilai-nilai magis, termasuk bagaimana menghilangkan unsur-unsur negatif kepada bangunan itu sendiri," paparnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement