Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hari Pertama Perubahan Rute Perjalanan, Pengguna KRL Capai 460 Ribu

Rizky Syahrial , Jurnalis-Minggu, 29 Mei 2022 |14:42 WIB
Hari Pertama Perubahan Rute Perjalanan, Pengguna KRL Capai 460 Ribu
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline mulai memberlakukan perubahan rute perjalanan mulai Sabtu 28 Mei 2022 kemarin. Tercatat sebanyak 464.451 penumpang perjalanan pada pemberlakuan aturan tersebut.

"Khusus di Stasiun Manggarai volume pengguna sebanyak 20.152 orang," ujar VP Corporate Secretary PT KAI Commuterline, Anne Purba kepada wartawan Minggu (29/5/2022).

Ia menuturkan, saat ini dengan 60% pembangunan Stasiun Manggarai pengguna yang transit cukup naik dan turun menuju peron tujuan dengan menggunakan tangga manual, lift, dan eskalator. Berbeda dengan sebelumnya, pengguna harus menyeberang rel ketika melakukan transit.

"Ini merupakan bagian dari perencanaan proyek Double-Double Track (DDT) yang memisahkan jalur Lin Bogor, Lin Bekasi, kereta bandara, kereta jarak jauh, serta pengaktifan jalur layang," tuturnya.

Anne menambahkan, tujuan dari pembangunan ini sendiri untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penumpang KRL saat berpindah tujuan rangkaian kereta.

Baca juga: Bikin Antrean Panjang dan Semrawut, KAI Commuter Keukeuh Ubah Rute KRL

"Seiring terus bertambahnya perjalanan kereta yang melintas Stasiun Manggarai dan terus bertambahnya volume pengguna," ucapnya.

Baca juga: KAI Minta Maaf Perubahan Rute Bikin Antrean Penumpang Mengular

Pada hari pertama perubahan pola operasi ini, KAI Commuter juga terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas terbaik kepada para penumpang. Evaluasi yang dilakukan antara lain;

1. KAI Commuter memohon maaf terjadi kelambatan yang cukup tinggi pada hari pertama, mengingat adanya pembatasan kecepatan menuju dan keluar Stasiun Manggarai pasca SO 5 untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta. Namun pada sore hari hal ini dapat diatasi dengan memotong relasi untuk memperkecil kelambatan. Pembatasan kecepatan pun terus dilakukan evaluasi agar dapat ditingkatkan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement