RUSIA - Perang selalu menyisakan cerita-cerita sedih yang kebanyakan melibatkan perempuan dan anak-anak. Termasuk kisah seorang ibu asal Rusia yang berjuang menyelamatkan kedua anaknya dari perang. Cerita ini berawal ketika dua putra Marina dipanggil oleh angkatan bersenjata Rusia untuk menjalani wajib militer (wamil). Marina (bukan nama sebenarnya) mengaku tidak keberatan anak-anaknya melakukan dinas militer selama setahun.
"Saya katakan kepada mereka bahwa mereka harus mengabdi. Ini adalah tugas mereka kepada ibu pertiwi,” terangnya kepada BBC.
Namun beberapa minggu kemudian ia mulai khawatir. Anaknya ditugaskan di area yang dekat dengan perbatasan Ukraina.
Pada 24 Februari lalu Presiden Vladimir Putin memerintahkan tentara Rusia untuk menginvasi Ukraina. Pada hari itu juga, Marina hilang kontak dengan putra-putranya.
Baca juga: Menlu Rusia: Kemenangan di Donbas Ukraina Jadi Prioritas Utama
"Waktu seakan berhenti bagi saya. Saya tidak bisa makan. Saya tidak bisa tidur," ujarnya.
"Saya berbalas pesan dengan para ibu peserta wajib militer lain dari unit yang sama. Ternyata banyak dari mereka yang hilang kontak dengan anak-anaknya juga,” lanjutnya.
Baca juga: Indomie Goreng Ditemukan di Bekas Markas Besar Pasukan Ukraina
Kremlin telah berjanji bahwa tentara wajib militer Rusia tidak akan dikirim ke Ukraina.
Jadi, di manakah anak-anak Marina?
"Saya naik ke mobil dan mulai mencari. Di telepon, salah satu komandan berkeras bahwa mereka sedang latihan militer di lapangan. Saya bilang: 'Saya sudah pergi ke semua lapangan dekat sini yang biasa dipakai latihan. Mereka tidak di sana. Mohon jangan bohong kepada saya.' Ia menutup telepon,” terangnya.