Share

Bali Gempar! Ada Restoran Menunya Sajikan Narkoba, Auto Digerebek BNN

Miftachul Chusna, Koran SI · Selasa 31 Mei 2022 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 244 2603406 bali-gempar-ada-restoran-menunya-sajikan-narkoba-auto-digerebek-bnn-TnIlz6obYt.jpg Foto: MNC Portal

DENPASAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menggerebek restoran narkoba di Buleleng. Di tempat ini pelanggan bisa dine in alias mengkonsumsi narkoba secara langsung di dalam restoran tersebut.

Dalam penggerebekan yang dilakukan BNN, sebanyak 11 orang yang merupakan satu keluarga berhasil ditangkap.

(Baca juga: 11 Orang Ditangkap Terkait Tawuran di Petamburan, 1 Positif Narkoba)

"Tujuh orang diantaranya sudah tersangka," kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, Selasa (31/5/2022).

Keempat tersangka adalah TOM (50) dan anaknya, AM (23), serta dua keponakan, KLS (45) dan DP (51). Sedangkan istri TOM dan anggota keluarga lainnya masih berstatus saksi.

TOM merupakan pemilik rumah sekaligus owner usaha barang haram ini. Sedangkan AM berperan sebagai penjaga warung dan memberikan akses kepada pelanggan.

Kemudian DP adalah kurir yang memasok narkoba ke TOM. Satu tersangka lagi KLS adalah pelanggan yang ikut ditangkap saat penggerebekan.

Dalam operasi itu, petugas menyita sabu seberat 35,69 gram, uang tunai hasil jualan, alat isap alias bong, handphone dan buku tabungan.

Sugianyar menjelaskan, ada dua ruangan di rumah tersangka yang dipakai pelanggan untuk mengkonsumsi narkoba di tempat setelah. "Jadi setelah beli bisa dipakai di situ," ujarnya.

Sedangkan untuk harga, satu paket sabu seberat 0,1 gram ditawarkan Rp 200 ribu dan 0,2 gram senilai Rp 400 ribu. Setiap harinya, ada 10-15 orang pelanggan yang membeli.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dari hasil penyelidikan, warung narkoba ini sudah beroperasi sejak tahun 2019. "Total pelanggan ratusan dan masih didalami omsetnya," ujar Sugianyar.

Keempat tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 atau pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU Nomor 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukuman maksimal seumur hidup," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini