Secara khusus, HT tidak sepakat ekonomi pasar besar. Pasar bebas hanya bisa diterapkan di negara-negara maju. Dimana secara akses pendidikan sudah merata. Saat ini, kata dia, masih terjadi kesenjangan pendidikan di tanah air. Tingkat lulusan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia mencapai 40 persen. Kemudian Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitar 60 persen.
"Kalau negara sudah besar, pasar bebas tidak masalah. Kalau pendidikan jomplang, tidak bisa. Kalau di head to head tidak akan bisa bersaing. Artinya Indonesia perlu mempercepat kemapanan," tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)