Share

Kisah Heroik Dua Bidan Tolong Persalinan Warga di Tengah Hutan Papua saat Malam Hari

Chanry Andrew S, iNews · Senin 06 Juni 2022 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 340 2606313 kisah-heroik-dua-bidan-tolong-persalinan-warga-di-tengah-hutan-papua-saat-malam-hari-n58zCnGQ2n.jpg Nakes bantu persalinan warga di tengah hutan Papua (Foto: Facebook)

PAPUA - Kekerasan yang masih menghantui terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) tak menyurutkan langkah bidan dalam menjalankan tugasnya di Tanah Cendrawasih.

Kisah heroik nakes itu datang dari dua bidan yang membantu proses pesalinan warga di tengah hutan Papua saat malam hari, tepatnya di Pulau Kimam, Puskesmas Waan, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua.

Kedua bidan itu Suria Ningsih Bela dan Noni Tefa. Kisah keduanya pun viral di media sosial (medsos) Facebook.

Bidan Bela mengungkapkan bahwa proses persalinan warga tersebut berlangsung pada Sabtu 28 Mei 2022 sekira pukul 22.00 WIT.

Kata dia, proses persalinan terpaksa dilakukan di tengah huta karena lokasi rumah pasien yang akan bersalin jauh dari Puskesmas.

Baca juga: Dua Nakes Diserang OTK di Papua Alami Trauma, Polisi Kantongi Nama Terduga Pelaku

"Proses persalinan di alam terbuka dengan proses, tindakan, dan peralatan seadanya. Di mana jarak rumah ibu yang akan melahirkan tersebut ke Puskesmas cukup jauh. Faktor lainnya adalah tindakan suami siaga dan pantangan adat istiadat setempat yang begitu kental bagi seorang perempuan saat tiba waktunya untuk melahirkan," kata Bela, Senin (6/6/2022).

Menurut Bela, saat itu ia dan Bidan Noni Tefa sudah menuju ke rumah pasien. Namun, karena lokasinya yang jauh maka proses persalinan pun akhirnya dilakukan di tengah hutan.

Baca juga: Menanti Cerita Gerald Sokoy, Nakes yang Selamat dari KKB

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Bahkan, lanjut dia, keduanya sudah berlari dengan bermodalkan penerangan senter seadanya namun tak cukup untuk mengejar waktu agar proses persalinan dilakukan di tempat yang layak.

"Sekalipun kami sudah bergerak langsung setelah mendapat panggilan, di mana kami hanya bisa berjalan kaki dan juga sesekali berlari dengan penerangan senter, namun kami hanya dapat bertemu dengan ibu tersebut di tengah hutan. Bahkan kami sempat bingung mencari posisi ibu tersebut berada. Hal ini dikarenakan kondisi hutan dan malam yang gelap, dan letaknya di hutan dan berdekatan dengan pantai," ujarnya.

"Berhubung karena hanya kita berdua yang jalan. Suami dari ibu melahirkan tidak bisa mengantar kami. Suami ibu tersebut hanya bisa mengantar kami dari jarak tertentu. Hal ini karena apa, kembali karena pantangan adat istiadat setempat. Dan pada akhirnya seorang ibu harus melahirkan bayinya dengan selamat di Hutan, gelap dan beralaskan rumput serta ditemani oleh dua orang adik perempuannya yang masih remaja," imbuhnya.

Baca juga: Serangan Nakes di Papua Bentuk Teror dari KKB yang Tak Pandang Tugas Kemanusiaan

Ia menambahkan bahwa saat itu dirinya harus mengambil langkah cepat untuk melakukan proses persalinan demi keselamatan ibu dan bayinya.

"Kemudian membawa ibu dan bayinya ke Pustu untuk melanjutkan proses penanganan medis terhadap Ibu dan Bayi," ujarnya.

Baca juga: Gerald Sokoy, Nakes di Kiwirok Papua Belum Diketahui Nasibnya

Bidan Bela yang sudah sejak tiga tahun bertugas sebagai tenaga kontrak di Pedalaman Merauke itu menambahkan bahwa seluruh perjuangan dan pelayanan yang mereka lakukan adalah sebagai tugas dan kewajiban yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.

"Semua yang kami lakukan adalah merupakan tugas dan tanggung jawab yang wajib dikerjakan," ucap dia.

Bela mengungkapkan bahwa dirinya melakukan tindakan proses persalinan di alam terbuka tersebut bukan pertama kali saja. Kata dia, selama bertugas di Pedalaman Merauke sudah beberapa kali membantu proses persalinan dengan penuh tantangan.

"Kalau saya sendiri, untuk menangani proses persalinan di alam terbuka mungkin sudah beberapa kali. Waktu bertugas di Asmat saya pernah menolong persalinan di atas spead boat di tengah laut, yang kala itu sempat ombak dan pasien sebenarnya saat itu harus di rujuk ke Kota, tapi karena kondisi alam yang saat itu ombak yang mungkin menambah kontraksi pada ibu yang akan melahir, sehingga ibu tersebut harus melahirkan di atas speed boat di tengah laut," ujarnya.

"Mau tidak mau saya harus menolong persalinan di atas speed boat tersebut dengan cuaca yang kurang bersahabat. Keputusan itu harus segera dilakukan untuk menolong ibu demi keselamatan sang ibu," lanjut Bela.

Selain di tengah hutan dan laut, Bela juga pernah menolong pasien bersalin di tengah jalan saat pasien di antar ke Kota untuk rujukan persalinan. Hal itu terpaksa dilakukan karena jarak untuk membawa pasien tidak memungkinkan.

"Semua yang dilakukan dan bisa berhasil dalam menolong proses persalinan di alam terbuka dan di Puskesmas dengan peralatan medis yang terbatas. Semua karena anugerah Tuhan. Kalau tanpa campur tangan Tuhan, semuanya akan sia-sia," tutur dia.

Dirinya mengaku sangat bahagia bisa bertugas di pedalaman Papua. Menurutnya bertugas di Pedalaman Papua mempunyai tantangan tersendiri. "Di sini ada cinta kasih yang tumbuh subur dalam hati untuk setia melayani masyarakat. Selain itu karena sering melakukan tugas di alam terbuka dan harus melintasi Medan yang cukup keras saya dijuluki Bidan Petualang," terangnya.

Bela mengatakan bahwa julukan Bidang Petualang tersebut setelah dirinya kerap melewati sejumlah tatangan berat dari alam Papua. "Tenaga saya dibutuhkan dan prinsip saya, saya siap ditugaskan kapanpun dan dimana saja demi tugas pelayanan dan tanggung jawab," katanya.

Lebih jauh, Bidan Bela berharap pemerintah memberikan perhatian kepada tenaga kontrak yang bekerja di pedalaman Papua dengan menjamin kehidupan masa depan pejuang kesehatan di ujung paling timur bumi Indonesia itu.

"Kami merasa bangga dan bersyukur bisa melayani di tempat yang sulit dijangkau seperti tempat tugas kami ini. Mewakili teman-teman kami mungkin hanya butuh perhatian khusus dari pemerintah," tukasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini