Tapi kemudian Kaswinah memilih ikut MA Sentot yang membentuk Pemuda Pelopor. Kaswinah diajaknya ikut barisan pemuda itu, hingga mereka sama-sama menggabungkan diri dengan Divisi Siliwangi yang lahir 20 Mei 1946.
“Kata Pak Sentot: ‘Kamu jangan ikut Jepang. Jepang itu orang mana sih? Kamu ikut saya saja’. Enggak lama (setelah proklamasi), tahun 1946 bulan 5 tanggal 20, dibentuk Siliwangi. Di sini dibentuk Pasukan Setan yang awalnya anggotanya sekitar 360 orang,” ungkap Kaswinah kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Menurut Tokoh LVRI dan Dewan Harian Cabang Angkatan 45 Kabupaten Indramayu itu, disebut Pasukan Setan karena susah kalau dicari-cari oleh Belanda karena pasukannya cepat menghilang.
“Disebut Pasukan Setan karena kalau dicari-cari sama Belanda, mereka enggak pernah bisa, kita selalu bisa menghilang dengan cepat. Selain itu juga karena kita punya bendera yang di tengah-tengahnya ada gambar tengkorak. Ada tulisannya PS juga, ‘Pasukan Setan’. Jadi bukan karena kita bisa menghilang (secara gaib),” terang Kaswinah.