Salah satu pertempuran dahsyat yang masuk dalam “track record-nya”, adalah pertempuran di Jembatan Bankir, medio November 1947. Pertempuran di mana Pasukan Setan pimpinan MA Sentot sukses menghantam Belanda dan merampas sejumlah senjata untuk stok pasukan.
“Waktu itu kita dapat kabar dari surat Suyogo, Kepala Rumah Sakit Indramayu yang disampaikan Pak Sudimantoro, bahwa Belanda mau menyerang ke arah markas. ketika itu markas saya ada di Gelarmendala. Setelah itu diperintahkan kita mencegat Belanda di Jembatan Bankir,” lanjutnya berkisah.
“Konvoi Belanda sekitar 13 kendaraan gempar semua itu. Taktiknya diserang mendadak dari depan oleh Pak Slamet, yang dibelakang dihantam sama Pak Sentot. Belanda hancur semua. Kita dapat sembilan senjata: satu (senapan mesin ringan) Bren, laras panjangnya delapan,” pungkas Kaswinah.
(Awaludin)