Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pasukan Setan Divisi Siliwangi, Ditakuti Belanda karena Bisa 'Menghilang'

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 07 Juni 2022 |12:20 WIB
Kisah Pasukan Setan Divisi Siliwangi, Ditakuti Belanda karena Bisa 'Menghilang'
Illustrasi Pasukan Setan (foto: TNI AD)
A
A
A

JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua resmi ditetapkan sebagai organisasi teroris. Pemerintah pun meminta kepada TNI-Polri untuk melakukan tindakan tegas terhadap kelompok separatis itu. Salah satu pasukan yang bakal ditugaskan adalah prajurit TNI dari Yoinif 315/Garuda yang dikenal dengan Pasukan Setan.

Pasukan Setan terkenal kehebatannya. Bahkan sederet kehebatan Pasukan Setan tercatat di tinta emas di dalam sejarah dalam beberapa peristiwa yang pernah terjadi di Indonesia.

Sejarah berdirinya Yonif 315/Garuda pada 20 Agustus 1947 di daerah Cirebon. Ketika itu terbentuk satu kompi yang diberi nama Pasukan Setan. Pasukan Setan yang dipimpin oleh M.A Sentot di Indramayu pada masa kemerdekaan (1945-1947), tidak lepas dari dampak Agresi Belanda yang pertama.

Diketahui, MA Sentot, salah satu perwira TNI Batalyon A Divisi IV (kini Kodam III) Siliwangi asli Indramayu yang disegani serdadu Belanda lantaran punya Pasukan Setan.

 BACA JUGA: 400 Pasukan Setan TNI Diberangkatkan ke Papua

Lalu nama kesatuan diubah menjadi Yon Brigade IV Divisi VI/Siliwangi dengan menggunakan tanda pengenal tutup kepala Baret Hijau. Selanjutnya pada 20 Agustus 1948 ditetapkan sebagai hari jadi kesatuan dengan dislokasi pasukan berada di Panawuan, Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

 Kakek Kaswinah

Eks anggota Pasukan Setan, Prada (Purn) Kaswinah

Eks Veteran Divisi Siliwangi asal Indramayu dan anggota Pasukan Setan pimpinan MA Sentot, Prada (Purn) Kaswinah menuturkan awal mula dirinya bergabung dengan Pasukan Setan. Berawal ia membantu Jepang jadi Keibodan alias Keiho (salah satu pemuda pribumi yang dipercaya) oleh polisi khusus Jepang alias Kempeitai.

Tapi kemudian Kaswinah memilih ikut MA Sentot yang membentuk Pemuda Pelopor. Kaswinah diajaknya ikut barisan pemuda itu, hingga mereka sama-sama menggabungkan diri dengan Divisi Siliwangi yang lahir 20 Mei 1946.

“Kata Pak Sentot: ‘Kamu jangan ikut Jepang. Jepang itu orang mana sih? Kamu ikut saya saja’. Enggak lama (setelah proklamasi), tahun 1946 bulan 5 tanggal 20, dibentuk Siliwangi. Di sini dibentuk Pasukan Setan yang awalnya anggotanya sekitar 360 orang,” ungkap Kaswinah kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Menurut Tokoh LVRI dan Dewan Harian Cabang Angkatan 45 Kabupaten Indramayu itu, disebut Pasukan Setan karena susah kalau dicari-cari oleh Belanda karena pasukannya cepat menghilang.

“Disebut Pasukan Setan karena kalau dicari-cari sama Belanda, mereka enggak pernah bisa, kita selalu bisa menghilang dengan cepat. Selain itu juga karena kita punya bendera yang di tengah-tengahnya ada gambar tengkorak. Ada tulisannya PS juga, ‘Pasukan Setan’. Jadi bukan karena kita bisa menghilang (secara gaib),” terang Kaswinah.

Salah satu pertempuran dahsyat yang masuk dalam “track record-nya”, adalah pertempuran di Jembatan Bankir, medio November 1947. Pertempuran di mana Pasukan Setan pimpinan MA Sentot sukses menghantam Belanda dan merampas sejumlah senjata untuk stok pasukan.

“Waktu itu kita dapat kabar dari surat Suyogo, Kepala Rumah Sakit Indramayu yang disampaikan Pak Sudimantoro, bahwa Belanda mau menyerang ke arah markas. ketika itu markas saya ada di Gelarmendala. Setelah itu diperintahkan kita mencegat Belanda di Jembatan Bankir,” lanjutnya berkisah.

“Konvoi Belanda sekitar 13 kendaraan gempar semua itu. Taktiknya diserang mendadak dari depan oleh Pak Slamet, yang dibelakang dihantam sama Pak Sentot. Belanda hancur semua. Kita dapat sembilan senjata: satu (senapan mesin ringan) Bren, laras panjangnya delapan,” pungkas Kaswinah.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement