Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tokoh-Tokoh yang Sebut Dunia Bakal Alami Krisis Pangan, Salah Satunya Presiden Ukraina

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Kamis, 09 Juni 2022 |05:01 WIB
Tokoh-Tokoh yang Sebut Dunia Bakal Alami Krisis Pangan, Salah Satunya Presiden Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Krisis pangan sudah ada di depan mata, yang diakibatkan oleh perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Menghadapi hal ini, Presiden Indonesia Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia harus secepat mungkin membangun sistem pertanian modern yang ramah lingkungan.

BACA JUGA: Kremlin Salahkan Sanksi Rusia Picu Krisis Pangan Global, Bukan Perang

Namun, siapa sajakah tokoh dunia yang awalnya menyebut jika dunia akan alami krisis pangan? Ini informasinya, sebagaimana dirangkum Tim Litbang MPI:

1. Antonio Guterres

Ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina disebut akan menimbulkan krisis pangan global. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Melansir Arab News, Guterres mengimbau untuk melakukan tindak cepat dalam penyediaan bahan pangan demi mengatasi ancaman serius ini.

Berbicara di Stockholm, Guterres menekankan bahwa perang harus segera berakhir agar tak semakin luas menciptakan kerugian. Tidak hanya dari sisi pangan, ketegangan antara dua negara ini juga berdampak pada lini ekonomi dan keuangan global.

BACA JUGA: Krisis Pangan Global, Perang Rusia-Ukraina Jadi 'Kambing Hitam'

2. Volodymyr Zelensky

Ancaman krisis pangan dunia juga diungkapkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Peluang krisis pangan itu terjadi lantaran ekspor gandum dari Ukraina terganggu. Zelensky mengeklaim Ukraina sebagai salah satu negara pengekspor produk pertanian terbesar dan sedang mengalami gangguan signifikan selama konflik ini. Pelabuhan Mariupol, yang merupakan pelabuhan pusat ekspor gandum dan jagung, kini berhenti beroperasi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement