3. Svein Tore Holsether
CEO perusahaan produsen pupuk Yara International, Svein Tore Holsether, turut mengemukakan pandangannya terkait perang Ukraina-Rusia yang berimbas pada ancaman krisis pangan. Menurut Holsether, seluruh negara harus bersiap menghadapi risiko yang ada. Holsether juga menekankan bahwa seluruh pihak wajib memastikan, seberapa parah krisis pangan yang akan dialami.
Yara International telah mengurangi jumlah ekspor amonia dan ureanya ke Eropa sampai 45%. Hal itu tentunya akan berimbas pada petani yang kesulitan menanam komoditasnya. Sehingga, jumlah produk pertanian mengalami penurunan.
(Rahman Asmardika)