Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ganjil-Genap 25 Titik, Kadishub DKI: Hasil Evaluasi Volume Lalu Lintas Turun

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Rabu, 08 Juni 2022 |19:02 WIB
Ganjil-Genap 25 Titik, Kadishub DKI: Hasil Evaluasi Volume Lalu Lintas Turun
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi ganjil-genap (Gage) di 25 ruas jalan Ibu Kota selama dua hari terjadi peningkatan kinerja lalu lintas (Lalin). Namun, volume lalin menurun.

"Hasil evaluasi kami dalam dua hari kemarin secara keseluruhan bahwa terjadi peningkatan unjuk kerja lalin di Jakarta," kata Syafrin kepada awak media di Pool Transjakarta Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (8/6/2022).

Dari 18 titik yang biasanya dilakukan pemantauan itu terjadi peningkatan dua hari kemarin dibandingkan dengan akhir Mei 30-31 yang minggu lalu dibandingkan dengan kemarin Senin-Selasa tanggal 6-7 Juni itu terjadi peningkatan, di mana untuk volume lalin itu turun. Dari sebelumnya sekitar 134.600 kendaraan yang melintas di 18 titik itu turun menjadi 129.900 kendaraan. 

Syafrin menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi terjadi peningkatan unit kerja lalu lintas dan kecepatan rata-rata kendaraan.

"Ada peningkatan unit kerja lalu lintasnya 3,48 persen demikian pula halnya dengan kecepatan rata-rata kendaraan dua hari kemarin itu ada peningkatan. Jadi, sekarang untuk kecepatan rata-rata kita itu sudah 30km/jam. Nah, ada peningkatan sebesar 3,18 persen dari sisi kecepatan kendaraan yang ada," ujarnya.

Syafrin menekankan, ganjil-genap bertujuan untuk pembatasan mobilitas kendaraan. Selain itu, Pemprov DKI juga mendorong agar masyarakat pindah ke transportasi umum.

"Ganjil genap sebagaimana kita ketahui tujuan dilakukannya kebijakan pembatasan lalin dengan Gage adalah bagaimana masyarakat dalam bermobilitas itu lebih efisien. Bagaimana agar lebih efisien maka pemerintah melakukan pembatasan lalin sehingga mobilitas yang diatur tidak lagi mobilitas kendaraan tetapi mobilitas orang jadi bukan berarti ganjil-genap kemudian kendaraannya pindah ke alternatif lain," ucapnya.

"Kami imbau masyarakat setelah adanya Gage silakan beralih ke layanan angkutan umum yang layanannya sekarang prima. Seperti saat ini yang kita naikin kan nyaman banget yah. Layanannya prima. Itu yang didorong oleh Pemprov sehingga mobilitas masyarakat menjadi efisien," tambahnya.

Sebelumnya, Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, 12 ruas jalan tambahan ganjil-genap (Gage) yang dimulai Senin 6 Juni 2022 belum dilakukan penindakan. Penindakan di 25 titik ruas jalan baru akan efektif pada pekan depan.

"Untuk saat ini, memang di 13 ruas jalan tambahan ini hasil koordinasi kami dengan rekan Dirlantas (Polda Metro Jaya) itu belum dilakukan penindakan. Masih petugas polisi mengarahkan agar mereka keluar jalur gage pada saat ada pelanggaran. Untuk penindakan baru akan dilakukan senin minggu depan. Minggu ini blm ada penindakan tapi begitu ada pelanggaran itu diarahkan keluar dari jalur gage," kata Syafrin kepada awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat.

"13 ruas jalan itu minggu ini sudah ditertibkan, sementara yang tambahan 12 ruas jalan itu baru minggu depan akan ada gakkumnya," tambahnya.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement