Share

Tak Dituruti Beli Motor, Suami di Bengkulu Tega Habisi Nyawa Istri

Demon Fajri, Okezone · Jum'at 10 Juni 2022 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 340 2609259 tak-dituruti-beli-motor-suami-di-bengkulu-tega-habisi-nyawa-istri-npYNXMRl0e.jpeg Tersangka berhasil diamankan/ Foto: Demon Fajri

BENGKULU - Gara-gara utang piutang dan minta beli satu unit sepeda motor, seorang suami berinisial KR (33), warga Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tega menghabisi nyawa istrinya, Melina Efriyanti (31).

Kapolres Rejang Lebong, Polda Bengkulu, AKBP Tonny Kurniawan mengatakan, dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dilatarbelakangi masalah ekonomi keluarga dan masalah utang piutang.

Sebelumnya, kata Tonny, teduga pelaku dan korban sempat cek-cok mulut beberapa kali. Usai cek-cok mulut itu, korban pamit untuk menggiling kopi dan hasil penjualan itu akan digunakan untuk membayar hutang.

Usai korban mendapatkan hasil penjualan kopi, terang Tonny, istri teduga pelaku pulang ke rumah. Di sini korban dan KR, kembali cek-cok mulut.

Sebab, jelas Tonny, korban merasa impiannya untuk memiliki rumah sendiri tidak tercapai. Di mana setiap memiliki uang, selalu membayar utang. Lalu, saat itu terduga pelaku meminta kepada korban, untuk membelikan satu unit sepeda motor dari hasil penjualan kopi.

Namun, lanjut Tonny, korban tidak memenuhi keinginan teduga pelaku. Selanjutnya, korban merasa tertekan batin dan mengambil seutas kabel listrik yang tergantung di ruangan depan rumah. Kemudian, korban melilitkan seutas kabel tersebut ke lehernya.

Teduga pelaku, terang Tonny, tidak terima lalu marah dan meluapkan emosi kepada korban dengan langsung menarik kabel lilitan di leher korban dengan cara disentak terlebih dahulu.

Terduga pelaku tarik kabel listrik yang telah terlilit di leher korban tersebut, dengan sekuat tenaga menggunakan kedua tangan hingga korban tercekik dan terjatuh dengan posisi terduduk di lantai membelakangi terduga pelaku, terdengar suara yang keluar dari mulut korban seperti orang tercekik tidak bisa bernapas.

"Terduga pelaku merasa tersadar dan tidak emosi lagi, baru terduga pelaku lepaskan jeratan kabel listrik di leher korban tersebut, dan terlihat korban tidak bergerak lagi dan sudah meninggal dunia," kata Tonny, Jumat (10/6/2022).

Teduga Pelaku Kabur ke Lampung

Kemudian, terang Tonny, terduga pelaku langsung membuka lilitan kabel listrik di leher korban dan menggotong badan korban untuk dibawa ke ruangan tengah dan tidurkan korban di ruang tengah.

Beberapa lama, sambung Tonny, ayah korban dan kakak sepupu terduga pelaku ke rumah, dan terduga pelaku pun melarikan diri dengan cara meloncat melewati jendela rumah dan kabur menuju ke Provinsi Bandar Lampung.

Terduga pelaku, terang Tonny, dikenakan pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp45 juta.

Selain itu, tambah Tonny, juga mengamankan barang bukti satu buah hanger berwarna hijau, satu buah kabel listrik dengan panjang 454 Cm, berwarna putih biru yang terdapat lilitan kabel berwarna putih ungu dan sebuah simpul di bagian tengah.

Barang bukti lainnya, kata Tonny, satu buah kabel listrik dengan panjang 48 Cm berwarna merah kuning, satu buah tikar anyaman padi berwarna coklat ungu, satu lembar baju kaos lengan pendek berwarna kuning, satu lembar celana pendek berwarna biru garis hitam, satu buah buku nikah berwarna hiaju dengan Nomor: 083 / 03 /XI/2014, tanggal 14 November 2014.

"Terduga pelaku sehari-hari sebagai kepala rumah tangga yang bekerja sebagai petani. Korban meninggal dunia dan terdapat luka bekas jeratan di bagian leher bawah gondok," jelas Tonny.

Teduga pelaku, menyerahkan diri secara sukarela didampingi Kepala Desa Kampung Jeruk, Kecaamtan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, ke Mapolres Rejang Lebong, Polda Bengkulu, pada Selasa 7 Juni 2022.

"Korban sebagai ibu rumah tangga (IRT), sekaligus petani. Kehidupan sehari-hari antara korban dan terduga pelaku sering terjadi keributan atau pertengkaran masalah ekonomi keluarga," pungkas Tonny.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini