Share

Waspada! Puncak Banjir Rob di Jatim Diprediksi Sore Hari Ini

Aan haryono, Koran SI · Selasa 14 Juni 2022 02:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 519 2610934 waspada-puncak-banjir-rob-di-jatim-diprediksi-sore-hari-ini-YotC9oq7a0.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SURABAYA - Potensi banjir rob yang terjadi di Surabaya belum pada puncaknya. Prodiksi puncak banjir rob masih akan terjadi sore hari ini pukul 18.00 WIB, Selasa (14/06/2022). Sehingga masyarakat di sekitar kawasan pesisir harus waspada.

"Ada fenomena supermoon atau perigee, yang mana bulan berada pada posisi dekat dengan bumi. Ini akan menyebabkan banjir pasang yang akan lebih intensif terjadi. Prediksi kami terjadi mulai dari pertengahan sampai akhir Juni, juga akan terjadi pada pertengahan Juli," kata Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Fajar Setiawan.

Ia kembali berpesan kepada masyarakat agar senantiasa update informasi cuaca. Utamanya terhadap adanya potensi-potensi bahaya yang timbul. Nah, apabila menemukan kondisi bahaya atau peringatan bahaya dari BMKG, pihaknya berharap masyarakat tidak memaksakan diri beraktivitas.

"Prediksi kami puncak supermoon itu terjadi Selasa sekitar pukul 18.00 WIB, yakni bulan purnama yang jaraknya dekat dengan bumi. Untuk fenomenanya terjadinya Selasa, tapi kalau dampaknya bisa dirasakan mulai kemarin sampai tanggal 17 Juni. Dampak yang paling utama adalah air pasang," ucapnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda Sidoarjo, Teguh Tri Susanto menjelaskan, saat ini memang tengah ada fenomena global La Nina yang masih berlanjut. Juga, fenomena suhu muka laut yang lebih hangat di sekitar wilayah Jawa Timur.

"Kalau pertanyaan apakah ini kemarau basah, mungkin masyarakat dibebaskan saja dalam memberikan sebutan, yang penting sadar bahwa ada potensi hujan sepanjang tahun ini," kata Teguh.

Teguh kembali menegaskan, bahwa BMKG memprediksi potensi hujan akan tetap ada sepanjang tahun 2022. Namun demikian, ia berpesan, bahwa kondisi kemarau basah karena anomali iklim ini tidak bisa dijadikan patokan akan terjadi selamanya.

"Ini sebagai gambaran umum, untuk penguatannya bisa tetap memantau perkembangan cuaca dalam skala meteorologi (1 harian, 3 harian, 7 harian) di kanal-kanal resmi atau kontak BMKG," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini