Share

Banjir Rob Terjang 5 Kecamatan di Gresik, 160 Rumah Warga Terendam

Ashadi Ikhsan (Koran Sindo), Koran SI · Senin 20 Juni 2022 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 519 2614714 banjir-rob-terjang-5-kecamatan-di-gresik-160-rumah-warga-terendam-rUh98msjQh.jpeg Banjir/ Foto: Ashadi Ik

GRESIK - Banjir rob di wilayah Kabupaten Gresik meluas. Sampai saat ini, pasang air laut sudah menggenangi wilayah di lima kecamatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, wilayah yang terdampak banjir rob antara lain Kecamatan Manyar, Kebomas, Ujungpangkah, Bungah, dan Kecamatan Tambak di Pulau Bawean.

Dari kelima kecamatan, ada 160 rumah dan 577 hektar tambak yang terendam.

Di Kecamatan Ujungpangkah, air laut menggenangi Desa Pangkah Kulon. Ada 150 rumah yang terendam banjir rob. Sedangkan di Desa/Kecamatan Tambak Pulau Bawean 10 rumah terendam air.

Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan, selain rumah banjir rob merendam sejumlah jalan lingkungan di lima kecamatan tersebut. Bahkan, juga merendam ratusan hektar tambak di Kecamatan Ujungpangkah.

“Ada juga tanggul jebol di Kecamatan Bungah,” ungkapnya, Senin (20/6/2022).

Tarso merincikan, area tambak yang terendam banjir rob di Desa Pangkah Wetan seluas 227 hektar, dan di Desa Pangkah Kulon seluas 350 hektar tambak. Bahkan di Kecamatan Bungah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Tanjung Widoro Mengare tergenang 10 sentimeter.

“Tanggul Tambak yang berbatasan langsung dengan laut dalam kondisi kritis, sebagian sudah jebol terdampak pasang air laut dan terkena ombak di Mengare,” jelasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Ketua Program Studi Budidaya Perikanan Universitas Muhammadiyah Gresik, Dr Farikhah menjelaskan, peristiwa banjir rob di Gresik sebetulnya merupakan peristiwa alam. Yaitu naiknya muka air laut masuk ke daratan yang diakibatkan gaya pasang surut air laut.

“Beberapa pekan lalu terjadi rob dengan kekuatan hebat, sehingga menyapu wilayah di sepanjang garis Pantai Utara, seperti di Tuban, Ujungpangkah hingga Pulau Mengare,” tukasnya.

Diakui, banjir rob yang sekarang tampak lebih hebat dan merusak. Hal ini lantaran kurang adanya tanaman penahan banjir rob sehingga terjadi abrasi. Bahkan, itu terlihat jelas beberapa titik karena kurangnya tanaman penahan seperti mangrove.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini