Ketua Program Studi Budidaya Perikanan Universitas Muhammadiyah Gresik, Dr Farikhah menjelaskan, peristiwa banjir rob di Gresik sebetulnya merupakan peristiwa alam. Yaitu naiknya muka air laut masuk ke daratan yang diakibatkan gaya pasang surut air laut.
“Beberapa pekan lalu terjadi rob dengan kekuatan hebat, sehingga menyapu wilayah di sepanjang garis Pantai Utara, seperti di Tuban, Ujungpangkah hingga Pulau Mengare,” tukasnya.
Diakui, banjir rob yang sekarang tampak lebih hebat dan merusak. Hal ini lantaran kurang adanya tanaman penahan banjir rob sehingga terjadi abrasi. Bahkan, itu terlihat jelas beberapa titik karena kurangnya tanaman penahan seperti mangrove.
(Nanda Aria)