Share

Gempa M6,1 Guncang Afghanistan, Taliban: Operasi Penyelamatan Hampir Selesai

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 24 Juni 2022 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 18 2617289 gempa-m6-1-guncang-afghanistan-taliban-operasi-penyelamatan-hampir-selesai-KQTito9AVO.jpg Gempa M6,1 mengguncang Afghanistan (Foto: AP/ Bakhtar News Agency)

GAYAN - Bantuan mulai berdatangan pada Kamis (23/6/2022) di bagian terpencil Afghanistan ketika gempa bumi menewaskan 1.000 orang. Pejabat Taliban mengatakan operasi penyelamatan hampir selesai.

Gempa berkekuatan 6,1 melanda Rabu pagi sekitar 160 km tenggara Kabul, di pegunungan gersang yang dipenuhi pemukiman kecil di dekat perbatasan dengan Pakistan.

Komunikasi yang buruk dan kurangnya jalan yang layak menghambat upaya bantuan di negara yang sudah bergulat dengan krisis kemanusiaan yang memburuk sejak Taliban mengambil alih Agustus lalu.

"Operasi penyelamatan telah selesai, tidak ada yang terjebak di bawah puing-puing," terang Mohammad Ismail Muawiyah, juru bicara komandan militer Taliban di provinsi Paktika yang paling parah dilanda bencana, dikutip Reuters.

Baca juga: Gempa M6,1 Guncang Afghanistan, Korban Meninggal Tembus 1.000 Orang dan Diperkirakan Akan Bertambah

Mohammad Nassim Haqqani, juru bicara kementerian bencana, mengatakan kepada Reuters bahwa operasi penyelamatan telah selesai di distrik-distrik utama tetapi masih berlanjut di beberapa daerah terpencil.

 Baca juga: Dihantam Gempa Paling Mematikan dalam Dua Dekade, Taliban Minta Bantuan Internasional

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada Kamis (23/6/2022) bahwa kementerian pertahanan Taliban telah mengindikasikan pada Rabu bahwa 90 persen operasi pencarian dan penyelamatan telah selesai.

Dua pensiunan perwira di Nepal yang terlibat setelah gempa 2015 yang menewaskan 9.000 orang mengungkapkan keterkejutannya bahwa operasi penyelamatan bisa hampir selesai begitu cepat, tetapi mencatat bahwa jika sebagian besar rumah yang rusak itu berukuran kecil, itu mungkin terjadi.

Gempa tersebut menewaskan sekitar 1.000 orang dan melukai 1.500 orang, kata Muawiyah. Lebih dari 3.000 rumah hancur.

Menurut data pemerintah AS, banyaknya korban tewas menjadikannya gempa paling mematikan di Afghanistan dalam dua decade.

Sharafat Zaman, juru bicara kementerian kesehatan mengatakan kepada Reuters, sekitar 1.000 orang telah diselamatkan pada Kamis (23/6/2022) pagi,

"Bantuan sudah sampai ke daerah dan terus berlanjut tapi masih dibutuhkan lebih banyak lagi," katanya.

Reuters melaporkan Kota Gayan, dekat dengan pusat gempa, mengalami kerusakan signifikan dengan sebagian besar bangunan berdinding lumpur rusak atau runtuh total.

Kota itu, dengan hanya jalan yang paling sederhana, ramai dengan tentara Taliban dan ambulans ketika sebuah helikopter yang membawa pasokan bantuan mendarat di dekatnya, menimbulkan pusaran debu yang besar. Sekitar 300 orang duduk di tanah menunggu pasokan.

Operasi penyelamatan itu akan menjadi ujian besar bagi kelompok Islam garis keras Taliban, yang mengambil alih saat pasukan internasional pimpinan AS mundur setelah dua dekade perang.

Pejabat bantuan mengatakan situasi kemanusiaan telah memburuk secara mengkhawatirkan sejak pengambilalihan Taliban. Afghanistan juga terputus dari banyak bantuan internasional karena sanksi.

Abdul Qahar Balkhi, juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan, pada Kamis (23/6/2022) mengulangi seruan untuk bantuan internasional.

"Kami menyerukan badan penanggulangan bencana alam dan masyarakat internasional untuk memberikan bantuan segera dan komprehensif kepada rakyat Afghanistan," katanya dalam sebuah tweet.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan perekonomian Afghanistan telah runtuh dan menyerukan untuk membantu donor pada akhir Maret.

Kekeringan telah merusak produksi pangan dan 9 juta warga Afghanistan menghadapi kelaparan. Beberapa keluarga terpaksa menjual anak-anak dan organ untuk bertahan hidup, katanya.

PBB mengatakan Program Pangan Dunia (WFP) mengirim makanan dan peralatan logistik ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan tujuan awalnya mendukung 3.000 rumah tangga.

"Rakyat Afghanistan sudah menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul konflik puluhan tahun, kekeringan parah dan penurunan ekonomi," kata Gordon Craig, wakil direktur negara WFP di Afghanistan.

"Gempa bumi hanya akan menambah kebutuhan kemanusiaan yang sudah sangat besar yang mereka tanggung setiap hari,” lanjutnya.

Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Uni Emirat Arab semuanya mengatakan pada Kamis (23/6/2022) bahwa mereka berencana untuk mengirim bantuan. Pasokan dari tetangga Pakistan telah melintasi perbatasan.

Sebagian besar Asia selatan aktif secara seismik karena lempeng tektonik yang dikenal sebagai lempeng India mendorong utara ke lempeng Eurasia.

Pada 2015, gempa bumi melanda Afghanistan timur laut yang terpencil, menewaskan beberapa ratus orang di Afghanistan dan Pakistan utara di dekatnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini