Share

Kisah Kura-Kura Kuno Ditemukan dalam Kondisi Hamil 2.000 Tahun Lalu, Sembunyi saat Gunung Api Meletus

Susi Susanti, Okezone · Minggu 26 Juni 2022 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 26 18 2618428 kisah-kura-kura-kuno-ditemukan-dalam-kondisi-hamil-2-000-tahun-lalu-sembunyi-saat-gunung-api-meletus-DAuv3LUpG9.jpg Kisah kura-kura kuno ditemukan dalam kondisi hamil 2.000 tahun yang lalu (Foto: Parco Archeologico Pompei)

POMPEII - Ketika Gunung Vesuvius meletus hampir 2.000 tahun yang lalu, penduduk kuno Pompeii membeku di tempat karena abu dan lahar dingin. Begitu juga ternyata flora dan fauna di sana, termasuk kura-kura hamil dengan telurnya.

Arkeolog menemukan sisa-sisa reptil terkubur di bawah abu dan batu ketika ditemukan sejak 79AD.

Kura-kura itu berlindung di bawah bangunan yang sudah hancur ketika bencana gunung berapi melanda.

Para arkeolog menemukan sisa-sisa saat menggali area kota yang telah dibangun kembali oleh penduduk kuno setelah gempa bumi sebelumnya menghancurkan Pompeii pada 62AD.

Baca juga: Rahasia Korban Pompeii Terungkap Usai Terkubur 2.000 Tahun

Sekitar 2.000 tahun yang lalu, kura-kura berukuran 14 cm (5,5 inci) telah menggali sarang kecil di bawah tanah di bawah sebuah toko yang hancur akibat gempa sebelumnya.

Baca juga:  Diyakini Punah Seabad Lalu, Spesies Kura-Kura Raksasa Ditemukan Hidup di Kepulauan Galapagos

Para ahli mengatakan fakta bahwa telur itu ditemukan dengan telur menunjukkan bahwa telur itu dibunuh ketika mencoba mencari tempat yang damai untuk meletakkan keturunannya.

Arkeolog Universitas Oxford Mark Robinson, yang menemukan sisa-sisa kura-kura lain di situs Pompeii terdekat pada tahun 2002, mengatakan kepada BBC bahwa ada dua penjelasan tentang bagaimana reptil itu sampai di sana.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Salah satunya adalah kura-kura peliharaan yang mungkin melarikan diri dan menuju ke reruntuhan gempa besar," katanya.

Kemungkinan yang lebih mungkin adalah bahwa itu adalah kura-kura dari pedesaan terdekat yang telah mengembara ke kota kuno.

"Pompeii secara substansial rusak dan tidak di mana-mana dapat dibangun kembali setelah gempa. Flora dan fauna dari pedesaan sekitarnya telah pindah ke kota,” lanjutnya.

Para ahli mengatakan penemuan itu menggambarkan kekayaan ekosistem alam Pompeii pada periode setelah gempa.

"Seluruh kota adalah lokasi konstruksi, dan ternyata beberapa ruang sangat tidak digunakan sehingga hewan liar bisa berkeliaran, masuk dan mencoba bertelur," kata direktur jenderal Pompeii, Gabriel Zuchtriegel.

Seorang pengunjung Pompeii, seorang mahasiswa PhD Finlandia yang kebetulan sedang melewati situs itu ketika penemuan itu dibuat, menggambarkan apa yang dia lihat kepada BBC sebagai "spektakuler."

"Mereka baru saja mengeluarkan cangkang hewan itu, jadi yang terlihat adalah kerangka dan telurnya," terang Joonas Vanhala.

"Itu adalah warna coklat muda, berpasir,” lanjutnya.

"Saya tidak akan mengenalinya sebagai telur jika mereka tidak memberi tahu saya," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini