Share

Pemprov DKI Jakarta Manfaatkan Energi Terbarukan untuk Pelayanan Publik di Kepulauan Seribu

Agustina Wulandari , Okezone · Senin 27 Juni 2022 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 1 2618994 pemprov-dki-jakarta-manfaatkan-energi-terbarukan-untuk-pelayanan-publik-di-kepulauan-seribu-kh9glgL0nA.jpg Pulau Sebira, Kepulauan Seribu. (Foto: Humas Pemprov DKI Jakarta)

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah administrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kabupaten Kepulauan Seribu terbagi menjadi dua kecamatan, yakni Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan. Wilayah ini terdiri dari enam kelurahan, yaitu Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Panggang, Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Untung Jawa.

Di Kepulauan Seribu, kita akan menemukan keindahan laut dan pulau-pulaunya yang menarik banyak pengunjung domestik maupun internasional. Bagi kamu yang ingin berwisata ke Kepulauan Seribu, ada banyak pulau yang dapat kamu datangi, dengan berbagai aktivitas wisata bahari yang bisa kamu lakukan selama di sana.

Kepulauan Seribu memiliki sebelas pulau yang dihuni masyarakat, yaitu Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang Besar, Pulau Pari, Pulau Payung Besar, Pulau Tidung Besar, Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua, Pulau Harapan, serta Pulau Sebira.

Pulau berpenghuni tersebut telah dialiri listrik. Sepuluh pulau dialiri listrik melalui kabel laut dan satu pulau, yaitu Pulau Sebira, dialiri listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) atau genset dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berdaya 400 kilowatt peak (kWp).

Selain itu, Kepulauan Seribu juga memiliki pulau resort yang sudah dialiri listrik melalui kabel laut, yaitu Pulau Tengah dan Pulau Kaliage. Sedangkan sumber listrik pulau resort lain pada umumnya berasal dari PLTD/genset, seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Pantara, Pulau Pelangi, Pulau Ayer, serta Pulau Sepa. Sementara sumber listrik Pulau Macan melalui PLTS.

Sepuluh pulau yang berpenghuni telah dialiri listrik selama 24 jam, tanpa ada pembagian waktu tertentu. Sedangkan sumber listrik Pulau Sabira disuplai PLTD/genset dan PLTS, dengan pola pengoperasian 12 jam daya listrik bersumber dari PLTS (pukul 07.00-19.00) dan 12 jam daya listrik bersumber dari PLTD/genset (pukul 19.00-07.00). Kesepuluh pulau permukiman tersebut sudah dialiri listrik kabel laut yang dibangun Pemprov DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa kebutuhan akan listrik adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Sebelumnya, warga Pulau Sebira memang dapat menikmati listrik hanya pada periode waktu tertentu, yakni 14 jam per hari. Namun, sejak 2019, mereka dapat mengakses listrik hingga 24 jam per hari, sehingga membantu kegiatan mereka sehari-hari.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan berbagai upaya strategis, untuk peningkatan daya listrik di Kepulauan Seribu. Seperti pemeliharaan kabel laut dan PLTD/genset secara berkelanjutan, menyiapkan teknisi untuk pemeliharaan sarana dan prasarana jaringan kabel laut dan PLTD/genset, serta menjalin kerja sama dengan PT PLN UID (Unit Induk Distribusi) Jakarta Raya, untuk menjaga ketersediaan dan kehandalan daya listrik di Kepulauan Seribu.

Pada 2022 ini, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi akan membangun PLTS rooftop di Gedung SMK Negeri 61 dan SMAN 69 Kepulauan Seribu dengan kapasitas masing-masing 20 kWp. Sedangkan PLTS di Pulau Sebira berdaya 400 kWp yang dibangun PT PLN UID Jakarta Raya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, selesai dibangun dan diresmikan pada 2020.

Pulau Sebira, Kepulauan Seribu (Foto: Humas Pemprov DKI Jakarta)

Menurut Gubernur Anies Baswedan, kehadiran PLTS di Pulau Sebira ini mengirimkan pesan penting bukan hanya bagi warga Jakarta, melainkan juga buat seluruh masyarakat Indonesia. Karena jika seluruh fasilitas wilayah kepulauan di Jakarta dapat dipenuhi, maka semangat ini pun dapat diwujudkan untuk memenuhi fasilitas wilayah kepulauan lain di Indonesia.

“Mengapa ini penting dalam konteks Indonesia dan Jakarta? Satu adalah konektivitas (kelistrikan), Jakarta terdiri dari daratan dan kepulauan. Warga Jakarta harus memiliki akses yang sama atas fasilitas yang disediakan pemerintah. Kemampuan kita menghadirkan konektivitas di Kepulauan Seribu mengirimkan pesan bila kawasan pulau yang terdekat dengan pusat kekuasaan terfasilitasi, maka yang jauh Insya Allah bisa terfasilitasi juga,” jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi kerja keras PLN yang sudah menyediakan listrik untuk 600 keluarga yang ada di Pulau Sebira. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, proyek pembangkit listrik tenaga surya ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk menggencarkan pemanfaatan energi terbarukan.

Rencananya, pemasangan PLTS dimulai sejak Juni 2022. Andri mengatakan, 34 lokasi yang akan dipasang PLTS tersebar enam titik di Jakarta Pusat, enam titik di Jakarta Utara, empat titik di Jakarta Selatan, enam titik di Jakarta Barat, enam titik di Jakarta Timur, dua titik di Kepulauan Seribu, serta empat titik di halte Transjakarta.

Pemasangan PLTS di 34 titik lokasi ini bagian dari langkah menggencarkan pemanfaatan energi terbarukan serta mendukung green building dan aksi mengurangi emisi gas rumah kaca. Nantinya pembangkit listrik ini akan digunakan untuk pelayanan publik, seperti gedung pemerintahan, sekolah, Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), rumah sakit, puskesmas, hingga halte Transjakarta.

"PLTS tersebut akan menjadi sumber energi listrik untuk keperluan gedung atau kantor," kata Andri.

CM

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini