Share

Presiden Ukraina: Penundaan Pengiriman Senjata Adalah Undangan ke Rusia untuk Terus Menyerang

Susi Susanti, Okezone · Senin 27 Juni 2022 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 18 2618871 presiden-ukraina-penundaan-pengiriman-senjata-adalah-undangan-ke-rusia-untuk-terus-menyerang-bCNTAgCBFC.jpg Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Kantor Kepresidenan Ukraina)

UKRAINA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky diperkirakan akan mendesak pengiriman lebih banyak senjata berat ketika ia berbicara di hadapan kelompok negara-negara kaya G7 yang sedang menggelar pertemuan.

Pertemuan ini diwarnai denganti rentetan serangan rudal Rusia di Kyiv dan daerah lain selama akhir pekan, yang menewaskan sedikitnya satu orang.

Di Ukraina timur, Rusia telah mengambil kendali penuh atas Severodonetsk dan menargetkan Lysychansk di dekatnya.

Pada Minggu (26/6/2022) Zelensky mengatakan penundaan pengiriman senjata adalah "sebuah undangan ke Rusia untuk menyerang lagi dan lagi".

Berbicara melalui pidato video hariannya, dia juga menyerukan sistem pertahanan udara dan sanksi baru terhadap Rusia.

Baca juga: 14 Serangan Rudal Rusia Hantam Ukraina saat Pertemuan G7 Digelar

"Mitra perlu bergerak lebih cepat jika mereka benar-benar mitra, bukan pengamat," katanya.

Perang di Ukraina adalah agenda utama G7 dan negara-negara diharapkan menjanjikan dukungan militer lebih lanjut untuk Kyiv dan lebih banyak sanksi terhadap Moskow.

Baca juga:  Pantau Senjata dari Barat di Ukraina, Rusia: Harus Capai Garis Depan Tanpa Dihancurkan di Jalan

Para pemimpin Barat berusaha untuk menghadirkan front persatuan, dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan serangan rudal Rusia menunjukkan "hak untuk berdiri bersama dan mendukung Ukraina". Sebelumnya Presiden AS Joe Biden mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin mengandalkan NATO dan G7 untuk memecah belah tapi mereka tidak akan melakukan hal itu.

Namun, koresponden diplomatik BBC James Landdale, yang berada di KTT, mengatakan persatuan Barat atas perang telah goyah dalam beberapa pekan terakhir, dengan beberapa pemimpin membahas hubungan jangka panjang dengan Rusia dan yang lain menekankan dukungan yang kuat dan langgeng untuk Ukraina.

KTT G7 di Bavaria akan diikuti oleh pertemuan NATO di Spanyol pada akhir minggu di mana Zelensky juga diharapkan berbicara.

Serangan rudal Rusia menargetkan Kyiv, pusat kota Cherkasy di mana satu orang tewas dan wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina, bersama dengan Chernihiv di utara dan Zhytomyr dan Lviv di barat ibukota. Pemogokan di distrik Starychi di Lviv hanya berjarak 30 km (19 mil) dari perbatasan dengan anggota NATO, Polandia.

Beberapa rudal diluncurkan dari pembom Tupolev di atas Laut Kaspia, sekitar 1.450 km (900 mil), kata militer Ukraina. Yang lain ditembakkan sebelumnya dari Tupolev yang terbang di atas negara tetangga Belarusia.

Di Kyiv, sebuah gedung apartemen sembilan lantai memiliki lantai atas yang terkoyak. Seorang gadis tujuh tahun terluka dan menjalani operasi. Kondisinya kemudian digambarkan stabil. Ibunya - seorang warga negara Rusia - juga ditarik dari puing-puing.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan senjata presisi tinggi telah menyerang pusat pelatihan tentara Ukraina dan membantah mengenai sasaran sipil.

Walikota Kyiv Vitaliy Klitschko mengatakan serangan itu merupakan upaya untuk mengintimidasi Ukraina menjelang KTT G7.

Di Ukraina timur, Rusia telah merebut Severodonetsk setelah berminggu-minggu pertempuran yang telah membuat sebagian besar kota industri itu menjadi puing-puing.

Pasukan Ukraina diperkirakan telah ditarik ke kota terdekat Lysychansk, yang terletak di tempat yang lebih tinggi di seberang sungai Donets Siversky.

Ini adalah salah satu dari sedikit daerah yang tersisa di wilayah Luhansk yang masih berada di tangan Ukraina. Luhansk bersama dengan tetangga Donetsk membentuk wilayah Donbas dan Putin mengatakan menguasai Donbas adalah tujuan utama perang Rusia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini