Share

Biden: Putin Harap NATO dan G7 Terpecah Belah, Tapi Kami Tidak Akan Melakukannya

Susi Susanti, Okezone · Senin 27 Juni 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 18 2618952 biden-putin-harap-nato-dan-g7-terpecah-belah-tapi-kami-tidak-akan-melakukannya-tsRjT5DOXT.jpg Presiden AS Joe Biden di KTT G7 (Foto: AP)

NEW YORKPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat tiba di KTT G7 di Pegunungan Alpen di Jerman pada Minggu (26/6/2022) mengatakan semua pihak harus tetap bersama dalam menghadapi konflik di Ukraina.

“Putin berharap entah bagaimana NATO dan G7 akan terpecah. Tapi kami tidak akan melakukannya,” terangnya.

Presiden AS bertemu dengan tuan rumah pertemuan tahun ini, Kanselir Jerman Olaf Scholz, di Kastil Elmau yang indah di pegunungan Bavaria menjelang pembukaan resmi acara tersebut. Para pemimpin negara-negara G7 – Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan AS – telah berkumpul di KTT untuk membahas krisis Ukraina dan masalah mendesak lainnya selama tiga hari ke depan.

Baca juga: Terbang ke Eropa, Biden Jaga Sekutu Tetap Bersatu Lawan Rusia

Biden juga berterima kasih kepada Scholz atas kepemimpinannya di tengah serangan militer Rusia di Ukraina, dan dampak sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan UE di Moskow.

Baca juga: Biden Prediksi Pandemi Kedua, Butuh Lebih Banyak Uang 

“Saya ingin memuji Anda karena telah melangkah seperti yang Anda lakukan ketika Anda menjadi kanselir dan cara Anda memiliki pengaruh besar di seluruh Eropa untuk bergerak, terutama yang berkaitan dengan Ukraina,” katanya kepada pemimpin Jerman, yang negaranya mengalami krisis energi sebagai akibat dari tindakannya sendiri terhadap Rusia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara tentang G7 pada Jumat (24/6/2022), menegaskan bahwa gejolak ekonomi saat ini di seluruh dunia tidak ada hubungannya dengan konflik di Ukraina.

“Saya ingin tekankan sekali lagi: Kenaikan inflasi yang tajam tidak terjadi kemarin – ini adalah hasil dari beberapa tahun, itu adalah hasil dari kebijakan ekonomi makro yang tidak bertanggung jawab dari negara-negara Kelompok Tujuh selama bertahun-tahun, emisi yang tidak terkendali dan akumulasi utang tanpa jaminan,” ungkapnya.

G7 dikenal sebagai G8 dari 1997 hingga 2014, ketika Rusia dikeluarkan dari organisasi tersebut karena reabsorpsi Krimea.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini