Share

Gas Beracun Bocor di Pelabuhan Yordania, Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Lukai 250 Lainnya

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 Juni 2022 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 18 2619474 gas-beracun-bocor-di-pelabuhan-yordania-tewaskan-setidaknya-11-orang-lukai-250-lainnya-L8AjlKTiAw.jpg Kebocoran gas klorin di Pelabuhan Aqaba, Yordania terekam CCTV. (Foto: AlMamlaka TV)

AQABA - Kebocoran gas klorin beracun di Pelabuhan Aqaba di Laut Merah Yordania telah menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 250 lainnya, lapor media pemerintah.

Pihak berwenang mengatakan sebuah wadah penyimpanan bahan kimia jatuh dan bocor saat diangkut sebagai akibat dari kerusakan derek.

BACA JUGA: Kronologi Kebocoran Gas di Banjarnegara hingga 8 Orang Dilarikan ke RS

Rekaman CCTV menunjukkan kontainer diangkat ke udara dan kemudian tiba-tiba jatuh ke kapal dan meledak. Awan besar gas kuning cerah terlihat menyebar di tanah, membuat orang berlarian mencari keselamatan.

Laporan media pemerintah yang dilansir BBC mengatakan 199 dari yang terluka dirawat di rumah sakit setempat karena paparan bahan kimia. Beberapa dilaporkan dalam kondisi kritis.

Klorin adalah bahan kimia yang digunakan dalam industri dan produk pembersih rumah tangga. Ini adalah gas kuning-hijau pada suhu dan tekanan normal, tetapi biasanya bertekanan dan didinginkan untuk penyimpanan dan pengiriman.

BACA JUGA: Putusan Tragedi Bhopal Picu Kemarahan

Ketika klorin terhirup, tertelan atau bersentuhan dengan kulit, ia bereaksi dengan air untuk menghasilkan asam yang merusak sel-sel dalam tubuh. Menghirup klorin tingkat tinggi menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru - kondisi yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai edema paru.

Penduduk kota Aqaba, yang berjarak 16 km utara pelabuhan, disarankan untuk tetap berada di dalam dan menutup jendela dan pintu setelah kebocoran.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pantai selatan Aqaba, yang hanya berjarak 7 km dan merupakan tujuan wisata populer, juga dievakuasi sebagai tindakan pencegahan, lapor kantor berita AFP.

Departemen Pertahanan Sipil mengirim tim spesialis ke pelabuhan untuk menangani kebocoran dan operasi pembersihan.

Perdana Menteri Bisher al-Khasawneh terbang ke Aqaba dan memerintahkan Menteri Dalam Negeri Mazen Faraya untuk mengawasi penyelidikan atas insiden tersebut.

Wakil direktur pelabuhan Aqaba mengatakan kepada AlMamlaka TV bahwa "tali besi" yang membawa peti kemas "putus" saat sedang dimuat ke kapal.

Wadah itu berisi antara 25 dan 30 ton klorin dan sedang diekspor ke Djibouti.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini