Pantai selatan Aqaba, yang hanya berjarak 7 km dan merupakan tujuan wisata populer, juga dievakuasi sebagai tindakan pencegahan, lapor kantor berita AFP.
Departemen Pertahanan Sipil mengirim tim spesialis ke pelabuhan untuk menangani kebocoran dan operasi pembersihan.
Perdana Menteri Bisher al-Khasawneh terbang ke Aqaba dan memerintahkan Menteri Dalam Negeri Mazen Faraya untuk mengawasi penyelidikan atas insiden tersebut.
Wakil direktur pelabuhan Aqaba mengatakan kepada AlMamlaka TV bahwa "tali besi" yang membawa peti kemas "putus" saat sedang dimuat ke kapal.
Wadah itu berisi antara 25 dan 30 ton klorin dan sedang diekspor ke Djibouti.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.