Share

Jepang Alami Suhu Terpanas dalam 150 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 Juni 2022 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 18 2619600 jepang-alami-suhu-terpanas-dalam-150-tahun-a3KeJ83TnT.jpg Foto: Reuters.

TOKYO - Jepang terpanggang di bawah suhu terik untuk hari keempat berturut-turut pada Selasa (28/6/2022), saat panas ibu kota memecahkan rekor hampir 150 tahun untuk bulan Juni. Pihak berwenang memperingatkan pasokan listrik tetap cukup ketat untuk meningkatkan momok pemadaman.

BACA JUGA: Suhu Terpanas di Dunia, Kuwait Bisa Tembus 63 Derajat Celcius

Suhu tertinggi 36 C diperkirakan terjadi di Tokyo pada Selasa, setelah tiga hari berturut-turut suhu mencapai 35 C. Ini merupakan rentetan cuaca panas terburuk pada bulan Juni sejak pencatatan dimulai pada 1875.

Kasus rawat inap akibat sengatan panas meningkat di pagi hari, dengan banyak orang di ibu kota terus melanggar saran pemerintah dengan terus memakai masker wajah di luar ruangan, warisan lebih dari dua tahun pandemi Covid-19.

Untuk hari kedua, pihak berwenang meminta konsumen di wilayah Tokyo untuk menghemat listrik guna menghindari pemadaman listrik yang mengancam. Gelombang panas datang kurang dari dua minggu sebelum pemilihan nasional di mana lonjakan harga, termasuk listrik, dinilai menjadi perhatian utama bagi pemilih dalam jajak pendapat yang menunjukkan peringkat persetujuan pemerintah yang mersosot.

BACA JUGA: Mabuk, Pria di Jepang Kehilangan USB Berisi Data Pribadi Penduduk Satu Kota

Pada pukul 9:00 waktu setempat, 13 orang telah dibawa ke rumah sakit dengan dugaan sengatan panas, kata Fuji News Network. Setidaknya dua orang diyakini telah meninggal karena sengatan panas, kata media, mendorong pihak berwenang untuk memoderasi seruan mereka untuk penghematan listrik.

"Tampaknya ada beberapa orang tua yang mematikan AC mereka karena kami meminta orang untuk menghemat energi, tapi tolong, ini panas, jangan ragu untuk mendinginkannya," kata Menteri Perdagangan dan Industri Koichi Hagiuda dalam konferensi pers sebagaimana dilansir Reuters.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Pemerintah memperingatkan pada Senin (27/6/2022) bahwa kapasitas pembangkit cadangan bisa turun di bawah 5% pada Selasa sore, mendekati minimum 3% yang menjamin pasokan yang stabil, di Tokyo dan delapan prefektur sekitarnya. Cadangan kapasitas di bawah 3% berisiko kekurangan listrik dan pemadaman.

Kantor-kantor pemerintah pada Senin, termasuk Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI), mematikan beberapa lampu di sore dan malam hari, dengan METI menghentikan penggunaan 25% lift di gedungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini