Share

Pasukan Rusia Klaim Kuasai Setengah Wilayah Ukraina Timur

Susi Susanti, Okezone · Selasa 28 Juni 2022 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 18 2619922 pasukan-rusia-klaim-kuasai-setengah-wilayah-ukraina-timur-uC8OrSUH18.jpg Pasukan Rusia klaim menguasai setengah wilayah Ukraina timur (Foto: AFP)

RUSIA – Kepala Administrasi Militer Wilayah Donetsk Pavlo Kyrylenko, mengatakan pasukan Rusia kini menguasai lebih dari separuh wilayah Ukraina timur.

Dia mengatakan pasukan Ukraina mundur dari kota utama Severodonetsk pada Jumat (24/6/2022) setelah pertempuran berdarah selama berminggu-minggu.

Pasukan Rusia pekan lalu juga merebut wilayah di sekitar Lysychansk, kota terakhir di wilayah timur Luhansk yang masih dikuasai Ukraina. Komandan militer Ukraina sekarang bergulat dengan kenyataan bahwa mereka mungkin harus mundur dari daerah itu untuk mempertahankan wilayah lebih jauh ke barat.

Baca juga: Militer Rusia Klaim Kuasai Severodonetsk Ukraina Secara Penuh

Secara internal, ada perasaan di antara beberapa orang di pemerintahan Presiden AS Joe Biden bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky perlu mulai memoderasi harapan untuk apa yang dapat dicapai pasukan Ukraina secara realistis. Zelensky mengatakan akhir bulan lalu bahwa dia akan"menganggapnya sebagai kemenangan bagi Ukraina mulai hari ini, untuk maju ke garis 24 Februari tanpa kerugian yang tidak perlu.

Baca juga: Rusia Awasi Pergerakan Senjata Era Soviet yang Dimiliki Ukraina, Termasuk Pasokan Senjata dari Barat

Dia mengulangi tujuan itu minggu lalu. “Kami tidak punya pilihan lain selain bergerak maju – bergerak untuk membebaskan semua wilayah kami,” katanya dalam sebuah posting Telegram.

"Kita perlu mengusir penjajah dari wilayah Ukraina. Meskipun lebar garis depan lebih dari 2.5000 km, kami merasa bahwa kami memegang inisiatif strategis,” lanjutnya.

Pada Senin (27/6/2022), dia menempatkan batas waktu. Dia ingin perang berakhir, dan agar Ukraina menang, pada akhir 2022.

Sementara itu, para pejabat intelijen AS memperkirakan Rusia juga menderita kerugian tempur akut, kehilangan sebanyak sepertiga dari kekuatan daratnya dalam empat bulan perang.

Para pejabat juga telah mengatakan secara terbuka bahwa Rusia akan berjuang untuk membuat keuntungan serius lebih jauh ke barat, menggunakan wilayah Donbas sebagai tempat pementasan, tanpa mobilisasi penuh dari pasukan cadangannya.

Tetapi Rusia yakin mereka dapat mempertahankan pertarungan, melemahkan tekad Ukraina dan Barat karena dampak ekonomi global dari perang menjadi lebih parah.

Sementara itu, pendapatan minyak Rusia hanya naik karena harga minyak meroket, bahkan di tengah sanksi keras yang dijatuhkan oleh Barat. Pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Senin (27/6/2022) bahwa AS dan sekutunya akan mencoba membatasi harga minyak sehingga Rusia tidak mendapat untung darinya lagi, tetapi bagaimana dan kapan pembatasan itu akan berlaku masih harus dilihat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini