Syafrin menyebut dengan adanya pelecehan seksual yang terjadi di angkot kita harus melakukan mitigasi sehingga kejadian serupa dapat diminimalisir bahkan dihilangkan.
"Untuk saat ini tentu untuk melakukan pembatasan secara fisik sebagaimana yang dilakukan di bus Transjakarta, apakah itu di koridor utama medium bus maupun big bus, itu tidak memungkinkan di angkot. Kalau di dalam layanan Transjakarta, medium bus penumpang pria dipisahkan. Demikian pula di big busnya. Ini di angkot tentu untuk memisahkan yang perempuan di depan yang laki di belakang itu tidak mungkin karena memang kapasitas angkotnya itu sendiri," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.