Share

21 Kambing di Indramayu Luka Misterius, 12 di Antaranya Mati

Andrian Supendi, MNC Portal · Senin 11 Juli 2022 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 525 2627700 21-kambing-di-indramayu-luka-misterius-12-di-antaranya-mati-NEC0AwKRDc.jpg Ilustrasi (Foto : iNews)

INDRAMAYU - Puluhan kambing ternak milik warga Desa Wanantara, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, luka dan mati secara misterius. Belum diketahui penyebab hewan ternak itu mati dan terluka. Dugaan sementara akibat serangan Anjing liar yang kelaparan.

Menurut keterangan Tarno (60), pergurus peternakan tersebut mengatakan, peristiwa kambing mati dan terluka ini terjadi pada Selasa 5 Juli 2022, sekira pukul 02.00 WIB.

Tarno, menyebutkan, total ada sebanyak 21 kambing yang mendapat serangan, 12 di antaranya mati mengenaskan dengan kondisi badan tercabik hingga organ bagian dalam pun keluar. Sisanya terluka di beberapa bagian seperti badan dan kaki, namun keesokan harinya beberapa kambing yang terluka itu pun turut mati.

"Beberapa kambing yang terluka itu esoknya mati juga, namun matinya bertahap satu persatu. Sekarang masih empat ekor yang masih hidup, tapi kondisinya sudah mulai lemah," kata dia, kepada MNC Portal Indonesia, Senin (11/7/2022).

Tarno menyampaikan, dia mengetahui kambing miliknya mati dan terluka itu pagi hari saat hendak memberi makan. Diapun kaget dan syok, saat mengetahui belasan kambing tergeletak dan darah tercecer di mana-mana. Atas kejadian itu, pihaknya mengalami kerugian sebesar Rp15 juta.

"Saya sudah 20 tahun menekuni ternak kambing, tapi untuk kejadian seperti ini baru pertama kali," ujar dia.

Sementara itu, salah satu aparat desa setempat, Dedi Sunendi mengungkapkan, selama ini di desanya itu tidak pernah ada hewan liar, karena jauh dari hutan, apalagi hingga menimbulkan kejadian yang tergolong tragis seperti itu.

"Biasanya hewan liar itu kan datangnya dari hutan, sementara di sini kan jauh dari hutan, mayoritas perumahan penduduk semua. Terus, kejadian hewan ternak mati secara massal ini juga pertama kali terjadi di desa kita," ungkap dia.

Dedi menambahkan, terkait kejadian itu pemerintah desa telah mengupayakan bantuan dana untuk membantu kerugian dari pemilik ternak tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini