TAWARAN untuk pindah status kewarganegaraan tentu menggiurkan. Terlebih jika negara tersebut adalah negara yang maju. Wajar saja apabila terdapat beberapa orang yang ingin pindah kewarganegaraan. Namun tidak halnya dengan beberapa tokoh Indonesia ini. Mereka berani menolak tawaran pindah kewarganegaraan. Berikut ini tokoh yang menolak pindah kewarganegaraan dilansir beragam sumber, Rabu (13/7/2022).
1. Bj Habibie
Presiden Indonesia ketiga, BJ Habibie, telah menorehkan prestasi di bidang teknologi khususnya dunia penerbangan semasa hidupnya. Habibie pernah mengenyam pendidikan di Universitas RWTH Aachen, Jerman sejak 1995. Di sana, Habibie mendalami teknik penerbangan dengan jurusan konstruksi pesawat terbang.
(Baca juga: Digembleng Prabowo di Batujajar, Deretan Jenderal Kopassus Kamboja Ini Miliki Karier Moncer)
Setelah lulus, Habibie juga sempat berkarier di perusahaan kereta api Jerman. Penemuannya, yaitu Crack Progression Theory atau Teori Habibie, membuat Habibie dikenal oleh para ahli dirgantara di Jerman. Melihat kejeniusan serta potensi Habibie, pemerintah Jerman pun menawarkan status warga negara kehormatan Jerman kepada Habibie. Namun Habibie menolak tawaran tersebut. Meski penawaran tersebut ditolak, pemerintah Jerman tetap memberi penghormatan kepada Habibie dengan membebaskannya tinggal di Jerman sepanjang Habibie mau.
2. Prabowo Subianto
Saat Pilpres 2014, mencuat isu bahwa Prabowo Subianto yang saat itu maju sebagai capres memiliki kewarganegaraan ganda. Ia disebut mempunyai kewarganegaraan Yordania. Namun, Prabowo menampik isu tersebut. Isu ini muncul lantaran Prabowo memiliki hubungan baik dengan Raja Abdullah dari Yordania.
Diketahui, Prabowo memang sempat tinggal di negara tersebut beberapa tahun. Ia diterima dan mendapat perlakuan baik. Bahkan, menurut Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo, Prabowo Subianto sempat ditawari untuk menetap di Yordania. Namun, hal ini ditolak oleh Prabowo. Selain itu, pada 1999, Prabowo sempat pula mendapat tawaran untuk posisi sebagai tim penasihat di militer Yordania. Akan tetapi, Prabowo juga menolak tawaran tersebut.
3. Sonny Mumbunan
Sonny Mumbunan yang lahir di Minahasa pada 1976 ini meraih gelar MSc dari Martin Luther University Halle Wittenberg, Jerman pada 2008. Kemudian, gelar PhD diperolehnya dari Universitaet Leipzig, Jerman. Ketika kuliah di Jerman, ia mendapat beasiswa dan dana dari Kementerian Luar Negeri Jerman. Sonny mengatakan, lembaga pemberi beasiswa itu menawarkan fasilitas untuk pindah kewarganegaraan. Biasanya tawaran itu diberikan kepada para mahasiswa yang mempunyai talenta tinggi.
Hal ini dilakukan untuk mempertahankan mahasiswa yang mempunyai kualifikasi tinggi di bidang spesifik untuk memberi sumbangan kepada Jerman. Lembaga pemberi beasiswa tersebut mengimingi akan menerima bantuan dana jangka panjang. Namun, Sonny tidak menandatangani surat untuk fasilitas pindah kewarganegaraan. Sonny merupakan peneliti di Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia, selain menjabat sebagai Lead Economist di World Resources Institute.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.