Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Harga BBM dan LPG Non-subsidi Naik, Ketua DPP Perindo Bilang untuk Selamatkan APBN

Nur Khabibi , Jurnalis-Kamis, 14 Juli 2022 |09:19 WIB
Harga BBM dan LPG Non-subsidi Naik, Ketua DPP Perindo Bilang untuk Selamatkan APBN
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax Turbo dan Dex Series dan LPG non-subsidi jenis Bright Gas pada pekan ini.

Merespons hal tersebut, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Organisasi dan Kader, Yusuf Lakaseng menyatakan, kenaikan tersebut merupakan pil pahit yang harus diambil Pertamina selaku pihak yang mengatur dua hal tersebut. Menurutnya, sikap yang diambil Pertamina tak lepas dari kenaikan harga minyak dan gas di pasar internasional.

Diketahui, harga dua hal tersebut meroket setelah terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina. Perjuni, Yusuf menyebutkan, harga minyak USD117,63 per barel dan tren harga gas di CP Aramco terbilang tinggi yang mencapai USD72T per metrik ton.

"Bagi Perindo, langkah pemerintah lewat Pertamina ini bisa dimengerti untuk menyelamatkan APBN, yang dinaikan adalah harga non-subsidi," kata Yusuf, Kamis (14/7/2022).

Hingga hari ini, belum terlihat dua harga tersebut akan mengalami penurunan. Terlebih, Ukraina dan Rusia masih terus melakukan gencatan senjata. Karena itu, Yusuf meminta Pertamina untuk tidak menaikkan harga BBM dan LPG bersubsidi.

"Kami berharap jika harga minyak dan gas dunia terus naik maka pemerintah tidak boleh sama sekali menaikkan harga BBM dan LPG subsidi," ujarnya.

Yusuf melanjutkan, Pemerintah dalam hal ini Pertamina, menurutnya, terlalu bergantung dengan impor. Dimana, 80 persen kebutuhan LPG Indonesia didatangkan dari luar negeri. Padahal menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan gas alam yang sangat besar yang bisa menggantikan LPG.

Menurut SKK Migas hingga 31 Desember 2021 di temukan cadangan gas terbukti mencapai 42,93 triliun kaki kubik (TCF). Indonesia memiliki 128 cekungan hidrokarbon, baru 20 cekungan yg berproduksi, 27 cekungan suda di bor dan menemukan cadangan, masi ada 69 cekungan lagi yang belum di bor.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement