Share

Karhutla di Taput, Seorang Warga Tewas Terjebak Dalam Kobaran Api

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Senin 18 Juli 2022 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 17 608 2631209 karhutla-di-taput-seorang-warga-tewas-terjebak-dalam-kobaran-api-1J9spBSsHp.jpg (Foto: Polres Taput/Robert Fernando)

TAPANULI UTARA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Dusun Buntu Raha, Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara. Satu orang warga tewas dalam kejadian tersebut.

Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, satu orang tewas akibat Karhutla yang terjadi Sabtu 16 Juli 2022, sekira pukul 14.00 WIB.

"Korban meninggal dunia atas nama Natal Simaremare alias Ama Lasker (50), penduduk sekitar," ujar Aiptu Walpon Baringbing kepada MPI, Minggu (17/7/2022).

BACA JUGA:Antisipasi Bencana Kabut Asap, Kabupaten OKU Timur Berstatus Siaga Karhutla 

Walpon Baringbing menerangkan, menurut keterangan saksi yang dihimpun kepolisian, korban meninggal dunia terlihat oleh warga sudah berada di dalam kobaran api saat para warga lainnya berupaya memadamkan api yang kian membesar.

Saat itu, sebut Walpon Baringbing, para saksi Natal Ompusunggu bersama Polin Rajagukguk (33), Lintong Aritonang (65), dan David Parlindungan Ompusunggu alias Amani Arta (32), sedang menaiki areal perbukitan untuk upaya pemadaman api.

BACA JUGA:Karhutla Kembali Melanda Rokan Hulu Riau, 50 Hektare Terbakar 

Dari jarak sekitar tiga meter, lanjut Walpon Baringbing, saksi David Parlindungan Ompusunggu melihat seseorang berada di dalam kobaran api setelah tergelincir dari depannya dengan posisi telentang kaki dan tangan terangkat ke atas.

"Melihat hal itu, saksi David Parlindungan Ompusunggu berteriak dan memberitahukan perihal tersebut kepada teman-temannya untuk berupaya melakukan pertolongan. Namun, tak kuasa mendekati posisi korban akibat kobaran api yang kian membesar," ujar Walpon Baringbing.

Karena saksi yang semakin terancam oleh jilatan api, sambung Walpon Baringbing, terpaksa mereka mundur dan pulang serta melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat Buntu Raja Desa Sitanggor.

Masyarakat dibantu personel Polsek Muara dan anggota Koramil Muara, ucap Walpon Baringbing, kembali berupaya memadamkan kobaran api yang kian meluas. Namun, tak kunjung dapat dipadamkan, mengingat lokasi kebakaran merupakan wilayah perbukitan yang terjal dan kuatnya tiupan angin yang menambah tingkat kesulitan dalam upaya pemadaman.

"Api yang semakin membesar tidak memungkinkan upaya pencarian korban dan atas kesepakatan bersama dan petunjuk dari Camat Muara Lindung Sianturi, pencarian korban dilakukan pada keesokan harinya," kata Walpon Baringbing.

Minggu 17 Juli 2022, sekira pukul 7.00 WIB, ungkap Walpon Baringbing, personel Polsek Muara, anggota Koramil Muara berserta masyarakat Buntu Raja Desa Sitanggor melanjutkan upaya pencarian dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia hangus terbakar.

"Korban meninggal dunia telah dievakuasi dari lokasi kebakaran hutan. Peristiwa ini sudah ditangani dengan melakukan cek TKP, memasang garis polisi dan menghimpun keterangan dari para saksi," pungkas Walpon Baringbing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini