Share

Pelaku Pembobolan Dua Minimarket di KBB Diringkus, Aktor Utamanya Residivis

Adi Haryanto, Koran SI · Kamis 21 Juli 2022 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 525 2634045 pelaku-pembobolan-dua-minimarket-di-kbb-diringkus-aktor-utamanya-residivis-oJdt5vjsja.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

CIMAHI - Pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang telah membobol dua minimarket di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Cimahi dan Reskrim Polsek Padalarang.

Dua lokasi minimarket yang dibobol pelaku yakni yang berlokasi di Jalan Raya Gadobangkong Nomor 147 RT 02/07. Serta minimarket Jalan Raya Gadobangkong Nomor 100 RT 02/03 Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, KBB.

"Total ada empat pelaku yang diamankan. Mereka melakukan aksinya bulan kemarin (Juni)," kata Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan di Mapolres Cimahi, Kamis (21/7/2022).

Empat pelaku yang diamankan itu adalah Ridwan dan Kusnadi yang berperan sebagai pengambil barang. Sedangkan, Ramdani dan Kusnadi berperan sebagai penadah barang curian. Aktor utama kasus ini adalah tersangka Ridwan yang baru keluar dari penjara dengan kasus serupa.

Imron menyebutkan, anggotanya terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada salah seorang pelaku lantaran melakukan tindakan yang berbahaya dan melawan ke petugas. Aksi mereka pun cukup meresahkan masyarakat, terlebih pemilik usaha minimarket.

Terkait cara pelaku membobol minimarket, Imron mengungkapkan, beberapa hari sebelum beraksi mereka melakukan pemantauan situasi. Kemudian pada hari H pelaku melakukan aksinya dengan cara memanjat dengan menggunakan alat bantu berupa meja lalu merusak atap minimarket.

Selanjutnya para pelaku masuk melalui plafon yang dirusak dan masuk ke toko untuk mengambil barang-barangnya. Dalam satu kali beraksi mereka bisa meraup barang-barang yang jika dinominalkan mencapai Rp30-35 juta.

Dari tangan pelaku pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit kendaraan roda dua merk Yamaha Mio J nopol D 2383 SAK (sarana kejahatan), 1 buah STNK kendaraan roda dua merk Yamaha Mio J nopol D 2383 SAK. Serta 12 buah coklat berbagai jenis dan HP yang dibeli dengan menggunakan uang hasil penjualan barang kejahatan.

"Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara 7 tahun. Sedangkan, untuk penadah dijerat Pasal 480/481 KUHPidana dengan ancaman penjara 4 tahun," sebutnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini