4. Raden Dewi Sartika
Selain Kartini, ada sosok pahlawan emansipasi lainnya yang memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia. Dia adalah Raden Dewi Sartika. Dewi merupakan putri dari pasangan Raden Somanegara dan R.A. Rajapermas dari Cicalengka. Keluarganya merupakan priyayi Sunda yang ternama.
Sama halnya dengan Kartini, Dewi merasa perempuan Sunda mengalami keterbelakangan dalam beberapa faktor. Karena hal itulah, Dewi Sartika ingin mengangkat derajat kaum wanita melalui pendidikan. Untuk memperjuangkan kesetaraan bagi kaum perempuan, Dewi Sartika membangun Sekolah Isteri untuk memberikan pendidikan pada anak perempuan. Atas jasanya tersebut, Dewi Sartika diberi penghargaan pahlawan nasional pada tahun 1966, tepat 19 tahun setelah dirinya mengembuskan napas terakhir.
5. Dr Sutomo
Dokter Sutomo dikenal atas perannya dalam membangun organisasi pemuda Budi Utomo. Sutomo lahir dari keluarga priyayi dan pejabat pemerintahan. Dia adalah putra dari pasangan Raden Suwaji dan Raden Ayoe Soedarmi, serta cucu dari Raden Nganten Singawijaya.
Usai lulus dari sekolah dokter STOVIA, ia terjun langsung ke masyarakat daerah untuk memberi pengobatan gratis. Sutomo bersama mahasiswa STOVIA lainnya bekerjasama membentuk Budi Utomo, organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan. Tanggal terbentuknya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Berkat jasanya, dr Sutomo ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1961. (Mirsya Anandari Utami-Litbang MPI)
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.