Share

Tokoh GKII Papua Kecam Pembunuhan Pendeta dan Ustaz oleh KKB Nduga

Edy Siswanto, Okezone · Jum'at 22 Juli 2022 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 340 2634222 tokoh-gkii-papua-kecam-pembunuhan-pendeta-dan-ustaz-oleh-kkb-nduga-4o8KHwIk0M.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

JAYAPURA - Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Nduga yang telah membunuh 13 orang warga sipil termasuk seorang Pendeta asli Nduga, yakni Pendeta Elias Serbaye dan juga seorang Ustaz Daeng Marannu, menuai kecaman pemuka agama.

Ketua I Persekutuan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Pendeta Petrus Bonyadone mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan peristiwa pilu tersebut.

 BACA JUGA:Diduga Korsleting Listrik, Si Jago Merah Lahap 4 Rumah di Petojo Jakpus

"Kita sesali adanya korban berjatuhan, masyarakat sipil termasuk tokoh agama, yakni pendeta dan Ustaz, ini kasus kejahatan," kata Pendeta Petrus Bonyadone melalui sambungan seluler, Jumat (22/7/2022).

Dijelaskan, seorang Pendeta kata dia, bekerja dan melayani umat, berada di tengah-tengah tanpa memiliki kepentingan tertentu, bukan malah dijadikan korban, terlebih sosok Pendeta Elias Serbaye adalah asli warga di sana.

"Dia membela warga sipil membela saudara-saudara yang dari luar itu sehingga jadi korban. Kami gereja netral merangkul semua pihak dan tidak ada kepentingan apapun, namun juga dijadikan korban, kita sangat sesali itu. Allmarhum Pendeta Elias Serbaye bukan orang lain sebetulnya, karena masih satu suku dan satu daerah," ucapnya.

 BACA JUGA:Ditetapkan Tersangka, Ibu dan Pacar Siksa Anak Kandungnya hingga Tulang Paha Patah

"Yang jelas kita mengharapkan kasus ini adalah kasus kejahatan agar pihak berwajib menangani secara serius, agar ke depan tidak ada lagi kasus serupa," lanjutnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurutnya semua pihak harus bekerjasama menyelesaikan kasus tersebut, baik tokoh adat dan agama, maupun pemerintahan dan aparat TNI Polri.

"Saya pribadi melihat hal ini mungkin perlu diberikan ruang khusus bagi pemerintah daerah setempat dengan aparat keamanan untuk menyelidiki secara baik. Dan menindak tegas para pelaku, karena peristiwa ini berdampak luas bagi masyarakat dan semua bisa terhambat," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini