Share

Sejumlah Biduan Dangdut Lapor Polisi, Ngaku Tertipu Arisan Bodong Puluhan Juta

Avirista Midaada, Okezone · Senin 25 Juli 2022 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 25 519 2636023 sejumlah-biduan-dangdut-lapor-polisi-ngaku-tertipu-arisan-bodong-puluhan-bodong-oTxb6g14mq.jpg Sejumlah biduan dangdut lapor polisi lantaran tertipu arisan bodong (Foto : MPI)

MALANG - Sejumlah biduan mendatangi Mapolresta Malang Kota untuk mengadukan soal dugaan penipuan arisan yang diikutinya. Para biduan ini datang pada Senin pagi (25/7/2022) sekitar pukul 11.20 WIB dan langsung memasuki ruangan Satreskrim Polresta Malang Kota.

Pantauan MNC Portal, mereka membawa sejumlah bukti mulai dari percakapan WhatsApp di grup arisan bernama Info Slot by Ayasvindy. Bukti pengiriman uang, rekapan pengiriman serta hasil keuntungan yang didapat arisan tersebut.

Sekitar lima jam para biduan ini mengadu dan menyampaikan sejumlah bukti yang dibawa ke polisi. Mereka baru keluar dari ruangan Satreskrim Polresta Malang Kota, pada Senin sore.

Seorang korban bernama Sasha Veronica mengatakan, pengelola arisan tiba-tiba menghilang sejak 15 Juli 2022 lalu. Bahkan saat pengelola arisan dihubungi pun tak merespon dan grup WhatsApp arisan yang dibuat terduga pelaku bernama Laras Vindy Vivianti (30). Oleh karena itu ia bersama para korban memilih untuk melapor ke polisi.

"Sudah kita cari ke rumahnya juga tidak ada, Hp tidak aktif lagi, maka itu kami berniat melapor," ujar Sasha ditemui wartawan pada Senin (25/7/2022) di Mapolresta Malang Kota.

Ia menyatakan, ada puluhan bahkan ratusan orang yang mengikuti arisan bodong tersebut. Mayoritas dari pengikut arisan itu adalah para penyanyi dangdut biduan di Malang raya dan beberapa dari luar daerah.

"Kami semua korban adalah penyanyi. Pelaku juga biduan. Makanya kami bisa kenal dan ikut arisan yang dikelola itu," sebut warga Kota Malang ini.

Sasha menuturkan, untuk dirinya saja mengalami kerugian sebesar Rp48 juta. Total sebesar itu diniatkan untuk membeli nomor arisan yang ditawarkan pelaku.

"Uang saya masuk Rp48 juta, untuk beli arisan. Sebelumnya sudah pernah dapat, tinggal sisanya jika di total senilai itu," tuturnya.

Hal sama juga dialami Vita Alesyia (26), warga Tajinan, Kabupaten Malang, ini mengaku kehilangan uang sebesar Rp37 juta. Setelah membeli beberapa nomor arisan yang ditawarkan pelaku melalui grup WhatsApp 'Info Slot Ayasvindy' dengan admin pelaku sendiri.

"Saya beli arisan total Rp37 juta. Ada bukti transfer. Arisan dijual beragam, misalnya, tebus Rp7 juta nanti dapatnya Rp12 juta," katanya terpisah.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Keduanya menjelaskan, AY mengelola arisan sejak 2020. Selama dua tahun, AY tak pernah mangkir untuk membayar uang arisan. Model arisan yang ditawarkan juga beragam, mulai harian, mingguan sampai dengan bulanan dengan bandrol mulai Rp1,5 juta sampai puluhan juta.

"Model arisannya, ada harian, mingguan sampai bulanan. Dengan harga variatif mulai Rp1,5 juta sampai puluhan juta. Arisan ditawarkan melalui grup WA, jumlah yang di dapatkan sesuai dengan peserta arisan. Misal arisan big senilai Rp5 juta per bulan, nanti dapatnya Rp75 juta. Aturan arisan juga disertakan dalam grup WA," jelasnya.

Selain arisan uang, AY juga menawarkan arisan dalam bentuk barang seperti Hp merk Iphone dengan tipe terbaru. Vita menambahkan, ia bersama korban lain diminta kembali pekan depan oleh penyidik Polresta Malang Kota. Persoalan yang dihadapi masih diterima dalam bentuk pengaduan. "Ini masih pengaduan, Senin depan diminta balik lagi," pungkas Sasha.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga menegaskan, bahwa kehadiran sejumlah orang terkait arisan bodong masih dalam bentuk konsultasi. "Masih konsultasi," tegas Bayu melalui pesan WhatsApp.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini