Share

Siap Melawat ke Asia, Ketua DPR AS Tak Sebut Akan Berkunjung ke Taiwan

Susi Susanti, Okezone · Senin 01 Agustus 2022 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 18 2640079 siap-melawat-ke-asia-ketua-dpr-as-tak-sebut-akan-berkunjung-ke-taiwan-ynV1IR8W8p.jpg Ketua DPR AS Nancy Pelosi (Foto: AP)

TAIWANKetua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi pada Minggu (31/7/2022) mengonfirmasi bahwa ia akan melawat ke empat negara Asia minggu ini, tetapi tidak menyebutkan kemungkinan singgah di Taiwan.

Rencana lawatannya ke Taiwan telah memicu ketegangan dengan China, yang mengklaim pulau itu sebagai wilayahnya.

Pelosi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia akan memimpin delegasi Kongres ke Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Jepang untuk membahas isu perdagangan, pandemi Covid-19, perubahan iklim, keamanan dan “pemerintahan yang demokratis.”

Baca juga: Rencana Kunjungan Politisi AS ke Taiwan, China Ancam Konsekuensi Serius

Menurut media CNA, yang mengutip kementerian luar negeri Singapura, Pelosi diperkirakan akan tiba di Singapura pada Senin (1/8/2022) untuk lawatan dua hari. Pada Senin siang (1/8/2022), Kamar Dagang AS di Singapura akan mengadakan sebuah acara untuk menyambutnya.

Baca juga: Desak Trump Segera Dipecat, Ketua DPR AS: Ini Adalah Kedaruratan Terbesar

Dikutip VOA, Pelosi belum mengkonfirmasi laporan-laporan berita bahwa ia akan mengunjungi Taiwan. Namun, berbagai laporan media AS pada Jumat (29/7/2022) mengisyaratkan bahwa Pelosi kemungkinan akan singgah di Taiwan. Pelosi secara tak langsung pernah berbicara tentang kemungkinan lawatan itu, meski kantornya sendiri belum mengonfirmasinya dengan alasan protokol keamanan.

Itu akan menjadi kunjungan tingkat tinggi AS pertama ke Taiwan sejak 1997, ketika mantan Ketua DPR Newt Gingrich memimpin delegasi kongres kesana.

Jika jadi berkunjung ke Taiwan, Pelosi – pemimpin salah satu dari tiga cabang pemerintah Amerika saat ini – akan menjadi pejabat terpilih AS dengan peringkat tertinggi yang mengunjungi Taiwan sejak Ketua DPR Newt Gingrich pada 1997.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Pemerintahan Biden tidak secara eksplisit mendesak Pelosi untuk menghindari Taiwan, tetapi mencoba meyakinkan Beijing bahwa tidak ada alasan untuk “memulai perselisihan” jika kunjungan semacam itu terjadi. Ini menandakan tidak ada perubahan dalam kebijakan AS.

Pelosi pada Minggu (31/7/2022) menyatakan “di bawah kepemimpinan kuat Presiden Biden, AS berkomitmen kuat untuk terlibat secara strategis di kawasan ini, memahami bahwa Indo-Pasifik yang bebas dan berkembang sangat penting demi kemakmuran negara kita dan di seluruh dunia.”

Anggota-anggota Kongres AS telah secara terbuka mendukung minat Pelosi untuk melawat ke Taiwan meskipun ada tentangan dari China. Mereka tidak ingin terlihat AS menyerah kepada China.

China tidak memberikan rincian tentang bagaimana reaksinya jika Pelosi datang ke Taiwan, tetapi Kementerian Pertahanan negara itu pekan lalu memperingatkan bahwa militer akan mengambil “langkah-langkah tegas untuk menggagalkan campur tangan eksternal.”

Sebelumnya, dalam pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Joe Biden pada Kamis lalu (28/7/2022), Presiden China Ji Xinping memperingatkan agar AS tidak ikut campur dalam urusan Beijing dengan Taiwan. China telah berulangkali memperingatkan bahwa lawatan Pelosi akan menjadi pelanggaran terhadap kedaulatannya atas negara pulau yang demokratis itu.

Beijing menilai kontak resmi AS dengan Taiwan sebagai dorongan untuk menjadikan kemerdekaan pulau itu secara de facto selama puluhan tahun sebagai sesuatu yang permanen. Namun, sejumlah pemimpin AS telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mendukung itu.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China mengisyaratkan bahwa “siapa yang bermain api akan terbakar nanti.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini